Tim PKM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Serahkan Mesin Pengolah Pelet Ikan ke UKM Ikan Nila

Tim PKM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai serahkan Mesin Pengolah Pelet Ikan kepada UKM Ikan Nila di Desa Merangin Kampar

Tim PKM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Serahkan Mesin Pengolah Pelet Ikan ke UKM Ikan Nila
istimewa
Penyerahan Iptek Pengabdian Masyarakat 2019 Dari Dosen Universitas Pahlawan Berupa Mesin Pembuat Pakan Ikan (Pelet Ikan) Kepada Petani Ikan Nila Desa Kuok 

Tim PKM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai serahkan Mesin Pengolah Pelet Ikan kepada UKM Ikan Nila di Desa Merangin Kampar

Penulis: Syafriani

KAMPAR – Beberapa dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Iptek pemberian mesin pengolah pelet  ikan nila kepada petani ikan nila yang dibiayai oleh dana hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Guna merealisasikan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tim PKM dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menyerahkan mesin Pelet yang digunakan untuk pengolahan Pelet Ikan kepada kelompok petani nila yang diketuai oleh Eka Syaputra di Kecamatan Kampar.

Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung dari bulan April 2019 sampai September 2019. Permasalahan yang dihadapi petani nila adalah tingginya harga pakan menyebabkan tingginya harga produksi, sedangkan daya jual ikan nila rendah. Hal inilah yang menyebabkan sedikitnya keuntungan yang diperoleh petani ikan nila. Oleh karena itu  tim pengabdi melakukan  Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian mesin pelet untuk produksi pelet ikan nila.

Adapun mitra sasaran dari kegiatan tersebut yaitu beberapa UKM yang memiliki kolam  ikan nila yang berlokasi di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Pemilik UKM, Eka Syaputra yang mendapat bantuan mesin Pelet dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terlihat sangat senang dan antusias dengan bantuan mesin tersebut karena selama ini biaya pakan sangat tergantung kepada pakan komersial yang harganya terus mengalam peningkatan. Harga pakan yang terus meningkat, sehingga memberatkan  petani untuk membeli pakan ikan. Tingginya harga pakan menyebabkan tingginya harga produksi, sedangkan daya jual ikan nila rendah.

Kegiatan PKM ini dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan Pengolahan ikan nila menjadi abon, Nugget Nila dan Kerupuk Nila yang bernilai ekonomis yang dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan petani ikan nila.

Serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat terlaksana atas dukungan dana yang diperoleh oleh Syafriani, M.Kes (Ketua Tim), Dwi Viora, M.Pd dan Astuti, M.Pd (anggota Tim) karena telah lolos seleksi pada Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved