Indragiri Hulu

Terlambat Bayar Gaji Karyawan di Inhu, Perusahaan di Riau Ini Harus Bayar Denda Rp 1 Miliar Lebih

Pengawas Disnaker Riau menetapkan agar PT Sinar Reksa Kencana (SRK) untuk membayarkan denda atas keterlambatan gaji karyawannya.

Terlambat Bayar Gaji Karyawan di Inhu, Perusahaan di Riau Ini Harus Bayar Denda Rp 1 Miliar Lebih
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi - Rupiah 

Terlambat Bayar Gaji Karyawan di Inhu, Perusahaan di Riau Ini Harus Bayar Denda Rp 1 Miliar Lebih

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Pengawas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Propinsi Riau menetapkan agar PT Sinar Reksa Kencana (SRK) untuk membayarkan denda atas keterlambatan gaji karyawannya.

Total denda yang dibayarkan mencapai Rp 1 Miliar lebih. Namun menurut konfirmasi yang dilakukan, manejeman PT SRK yang baru enggan membayarkan denda keterlambatan gaji karyawan tersebut.

Dody Fernando, pengacara karyawan PT SRK mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyampaikan laporan soal keterlambatan pembayaran denda karyawan tersebut.

"Tahun 2019 ada dua bulan dan tahun 2018 ada satu bulan," kata Dody menjelaskan keterlambatan pembayaran gaji karyawan PT SRK tersebut.

Baca: Penyelundupan Sabu 18 Kg di Pekanbaru Terbongkar, Warga Curiga Mobil Terparkir 2 Hari Depan Masjid

Baca: UPDATE Kasus Temuan Mayat di Kebun Sawit Dekat Kantor Walikota Pekanbaru, Polisi Periksa 6 Saksi

Berdasarkan laporan tersebut, Disnaker Propinsi melakukan pengawasan terhadap perusahaan.

Hasil pengawasan yang dilakukan, pengawas Disnaker Propinsi Riau mengeluarkan nota pengawasan.

"Kita berharap agar perusahaan membayarkan denda tersebut sesuai dengan hasil nota pengawasan yang dilakukan oleh pengawas Propinsi," kata Dody.

Sementara itu Mery, pengawas Disnaker Propinsi membenarkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan hasil nota pengawasan atas laporan karyawan PT SRK.

"Sudah kita serahkan kepada pihak perusahaan, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut dari pihak perusahaan," ujar Mery.

Hal serupa juga disampaikan oleh Supriadi, yang juga pengawas Disnaker Propinsi Riau. Supriadi mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pengawasan terhadap laporan karyawan tersebut.

"Apabila nanti ditemukan tindak pidana maka akan dilakukan penyidikma sesuai dengan hukum tenaga kerja," kata Supriadi.

Baca: BREAKING NEWS: Menjambret Mahasiswi, Pelajar SMA di Pekanbaru Tewas Menabrak Pohon Saat Kabur

Baca: BREAKING NEWS: Satu Orang Tewas Diterkam Harimau di Area PT Baraindo Pelangiran, Riau

Terpisah Tribun mengkonfirmasi senior manger PT SRK, Iman terkait nota pengawasan tersebut. Iman mengatakan pihaknya mengetahui soal laporan karyawan tersebut.

Namun Iman mengatakan tuntutan karyawan itu merupakan tanggungjawab menajemen PT SRK. Untuk diketahui bahwa PT SRK kini sudah diambil alih oleh PT Mentari.

"Itu menjadi tanggungjawab manajemen yang lama," kata Iman. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved