Dinkes Inhil Minta Bantuan Batam Pantau Kualitas Udara, Karena ISPU di Tembilahan Tak Menyala

Dinkes Inhil harus meminta bantuan BTKL Kota Batam untuk memantau kualitas udara, karena alat ISPU yang ada di Tembilahan sudah lama tak menyala.

Dinkes Inhil Minta Bantuan Batam Pantau Kualitas Udara, Karena ISPU di Tembilahan Tak Menyala
tribun pekanbaru
Alat pendeteksi ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) di komplek Kantor Bupati Inhil tidak menyala. Kondisi ini membuat pemantauan kualiatas udara menjadi sulit. 

tribunpekanbaru.com - Tidak berfungsinya alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Tembilahan, menjadi masalah di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hingga selasa (27/8) lalu, alat ISPU yang berada di komplek Kantor Bupati Inhil tersebut masih tidak berfungsi.

Alat ISPU bisa menjadi tolak ukur bagi instansi terkait dalam mengambil kebijakan, seperti Dinas Pendidikan dalam meliburkan sekolah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil berencana memperbaiki alat tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Syamsuddin Uti mengatakan, selain memperbaiki, Pemkab juga berencana menambah alat ISPU. “Untuk mengetahui dan mendeteksi bahaya asap serta kondisi udara di Inhil. Ke depan akan kita tambah 2 atau 3 unit lagi,” ujar Syamsuddin belum lama ini.

Namun untuk sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil berkoordinasi dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kota Batam, karena alat ISPU di Tembilahan tidak berfungsi.

“Sudah menelepon kepalanya untuk datang ke Tembilahan untuk mengukur ISPU, karena rusak,” ujar Kepala Dinkes Inhil, Zainal Arifin.

Menurutnya, kualitas udara yang tercantum di ISPU jadi dasar Dinkes Inhil untuk memberikan rekomendasi libur kepada sekolah, selain jarak pandang. “Alat kita rusak. Karena tidak ada alat, mungkin jarak pandang untuk 300 meter wajib diliburkan, tapi melihat situasi aja ini lah,” jelas Arifin.

Pihak Dinkes telah berkirim surat kepada Dinas Pendidikan Inhil untuk memberikan rambu–rambu, pertama ISPU dan jarak pandang, untuk indikator meliburkan sekolah.

“Mungkin di Tembilahan libur, di Sungai Salak tidak, liat situasi daerah masing-masing. Karena mungkin di Kempas Jaya pekat (asap), jadi di sana boleh libur, di Tembilahan tidak, berdasarkan situasi dan kondisi daerah masing–masing,” ucap Zainal.

Selain itu, sejak Selasa (27/8) lalu, selama dua hari berturut Dinkes telah meminta setiap Puskesmas untuk secara masif membagikan masker kepada warga, dari pukul 06.30 WIB sampai pukul 07.30 WIB, atau saat jam mengantar anak sekokah.

“Kita minta bagikan masker dan informasi kepada masyarakat. Hari berikutnya kita melihat situasi asap kalau masih (tebal), kita lanjutkan. Bagi yang minta masker, secara institusi minta ke Puskesmas terdekat karena stok kita serahkan ke Puskesmas,” tambahnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved