Bengkalis

Kasus 37 Kg Sabu di Riau, Tangis Eli Pecah Tahu Anaknya Divonis 17 Tahun Penjara oleh PN Bengkalis

Naluri hatinya mungkin merasa perih, anak laki lakinya yang baru berumur 24 tahun tersebut harus menjalani hukuman berat.

Kasus 37 Kg Sabu di Riau, Tangis Eli Pecah Tahu Anaknya Divonis 17 Tahun Penjara oleh PN Bengkalis
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Eli baju dongker memengang tas dan anaknnya melihat mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bengkalis membawa Haris kembali ke Lapas kelas II A Bengkalis. 

Kasus 37 Kg Sabu di Riau, Tangis Eli Pecah Tahu Anaknya Divonis 17 Tahun Penjara oleh PN Bengkalis

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Tangisnya pecah di luar Pengadilan Negeri Bengkalis saat tahu anaknya Muhammad Aris divonis hukuman penjara 17 tahun dan denda 2 miliar rupiah subsidar kurungan enam bulan.

Sambil memeluk seorang cucunya Eli menutup mata dengan jilbab yang digunakan.

Naluri hatinya mungkin merasa perih, anak laki lakinya yang baru berumur 24 tahun tersebut harus menjalani hukuman berat.

Waktu 17 tahun mungkin dirasanya cukup lama, apalagi Aris merupakan tulang pungung keluarga selama ini selepas ayahnya meninggal.

Baca: Tiga Terdakwa Sabu 37 Kg Dituntut Hukuman Mati di PN Bengkalis Riau, Faktor Ini Memberatkan Hukuman

Eli tak menyangka anaknya terlibat perkara sabu jumlah besar ini, sepengetahuannya anak laki lakinya ini baik. Pekerjaan Aris menurut ibunya sehari hari berkebun dan kadang ikut melaut dengan nelayan lainya.

Eli sendiri awalnya tidak tahu menahu anaknya sedang mejalani proses hukum. Awalnya Eli mengetahu anaknya hanya pergi melaut, tetapi tidak kembali lagi karena masih bekerja.

"Saya tidak tahu waktu dia tertangkap dulu, taunya dia bekerja. Beberapa kali menelpon dia bilang dalam keadaan baik baik saja, jangan khawatirkan dia," ungkap Eli.

Eli yakin saat menelpon tersebut Aris sedang di dalam keadaan tidak baik. Namun dia tidak mau membuat Ibunya khawatir karena keadaannya.

"Baru waktu sidang pertama kemarin saya tahu bahwa dia dalam masalah besar. Karena kakaknya sudah cerita, awalnya kakaknya ga mau cerita karena takut sedih apalagi di rumah sudah tidak ada ayahnya," tutur Eli.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved