Minimalisir PTM, Tim Fakultas Kedokteran Unri Bina Kader Posbindu PTM Desa Buluh Cina

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Riau melaksanakan program pembinaan Posbindu penyakit tidak menular (PTM).

Minimalisir PTM, Tim Fakultas Kedokteran Unri Bina Kader Posbindu PTM Desa Buluh Cina
foto/istimewa
Tim Pengabdian Masyarakat FK Unri foto bersama kader Posbindu PTM Desa Buluh Cina, Kampar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau melaksanakan program pembinaan Posbindu penyakit tidak menular (PTM) di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penemuan dan manajemen faktor risiko PTM pada layanan kesehatan primer secara terpadu,” ujar Ketua Tim Dr dr Elda Nazriati, MKes, Kamis (29/8/2019).

Rangkaian kegiatan pembinaan yang berlangsung pada Kamis (22/8/2019), didahului Focus Grup Discussion (FGD).

Sebanyak 15 kader-kader Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu III antusias mengikuti FGD.

Hal ini untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh Posbindu PTM. Dilanjutkan pelatihan kader Posbindu PTM yang bertempat di Kantor Desa Buluh Cina. Dihadiri pihak Puskesmas Siak Hulu III, kepala Desa Buluh Cina.

Narasumber pada kegiatan pelatihan kader yakni Dr dr Elda Nazriati, MKes, dr Ligat Pribadi Sembiring SpPD, dan drg Rita Endriani, MKes.

Selain pelatihan kader, diberikan pula bantuan peralatan untuk menunjang operasional Posbindu.

Bantuan buku pedoman pelaksanaan Posbindu bagi kader kesehatan. Tahap berikutnya peninjauan pelaksanaan Posbindu PTM di Desa Buluh Cina.

“Kegiatan ini sekaligus mengevaluasi hasil pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sekaligus memberi masukan bagi optimalisasi pelaksanaan Posbindu,” tutur Dr dr Elda.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pada tahap dini, PTM dapat dicegah dengan cek kesehatan secara rutin.

Mengendalikan faktor risiko dan berperilaku hidup yang sehat seperti berhenti merokok, diet seimbang, rajin beraktifitas fisik.

Kemudian pengelolaan stres , anjuran deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

“Dengan proses pembelajaran secara bertahap, maka setiap individu yang mempunyai faktor risiko akan menerapkan gaya hidup lebih sehat secara mandiri,” sebut Dr dr Elda.

Dia menyarankan, selain di desa, sudah selayaknya Posbindu juga didirikan di institusi-institusi untuk memperluas cakupan pada kelompok pekerja. 

"Kami berhadap kegiatan ini akan membantu memaksimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu III, khususnya di Desa Buluh Cina," tutupnya. (*)

Penulis: ihsan
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved