Breaking News:

Pekanbaru

Terdakwa Kasus Pembunuhan Kabur Usai Jalani Sidang di PN Pekanbaru, TERUNGKAP Alasannya karena Takut

Hendra mengaku nekat menjalankan aksi kaburnya karena dirinya merasa ketakutan.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Net
Ilustrasi 

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas dari Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Unit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, berhasil menangkap Hendra di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Ketika itu, pelaku sedang berada di dalam bus, berencana akan kabur ke Jakarta.

Pelaku dan korban baru berkenalan. Mereka awalnya menjalin komunikasi lewat media sosial Facebook.

Sampai pada akhirnya, pelaku membawa korban ke kebun sawit di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Selasa 29 Januari 2019.

"Jadi pelaku ini melakukan pembunuhan lantaran atas dasar sakit hati. Ada kata-kata kasar yang dilontarkan korban yang membuat pelaku tersinggung," kata AKP Noak P Aritonang, Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru saat ekspos kasus beberapa waktu lalu.

Saat ditanyai apakah ada unsur pembunuhan berencana, Noak menyatakan jika pihaknya tidak menerapkan pasal tersebut.

"Untuk saat ini penerapan pasal tidak ada kami terapkan unsur pasal pembunuhan berencana," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Ardinal Effendi menjelaskan, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa (29/2/2019).

"Mayat korban ditemukan pada malam hari. Pengakuan pelaku, dia berkenalan dengan korban pada pagi harinya lewat Facebook," ucapnya.

Lanjut Ardinal, pagi hari itu juga, korban sebenarnya sudah dipanggil untuk bekerja di salah satu yayasan resmi sebagai baby sitter.

Namun oleh pelaku yang merupakan warga asal Dumai ini, korban terus dihalang-halangi agar tak jadi bekerja.

Bahkan pelaku menjanjikan korban akan diajak bekerja di tempat yang lebih bagus di Jalan Pramuka, Rumbai Pesisir.

Akhirnya, korban yang sudah berada di yayasan, dijemput oleh pelaku dengan sepeda motor.

Kemudian sampai di Jalan Yos Sudarso, korban minta makan, karena merasa lapar.

Dia minta diajak makan di salah satu gerai makanan cepat saji.

"Dijawab oleh pelaku saya tidak punya uang, akhirnya timbul ketersinggungan, mereka pun makan di emperan. Setelah dari sana baru pelaku mencari cara untuk menghabisi korban," beber Ardinal.

Lebih jauh kata Ardinal, korban lantas meminta kepada pelaku dimana tempat kerja yang dijanjikan pelaku sebelumnya.

Korban lalu dibawa putar-putar, sampai ke kebun sawit.

Karena curiga, korban pun bertanya ke pelaku, mengapa dia dibawa ke tempat tersebut.

"Kemudian terjadi perlawanan (dari korban). Saat itulah pelaku memiting leher korban sampai meninggal dunia," terang Ardinal. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved