Berita Riau

NEWS VIDEO: Armenda Jamil, Manusia Tertinggi 2,06 Meter Asal Rokan Hilir Disipakna Jadi Atlet Riau

Pelatih Atletik Riau Hasnor NS kunjungi Armenda Jamil alias Emen manusia tertinggi di Indonesia 2,06 meter. Rencananya Emen akan dijadikan atlet atlet

TRIBUNPEKANBARU.com  -  Pelatih Atletik Riau Hasnor NS kunjungi Armenda Jamil alias Emen manusia tertinggi di Indonesia 2,06 meter. Rencananya Emen akan dijadikan atlet atletik oleh Pelatih senior tersebut.

Hasnor yang sudah mengantongi sertifikasi Jerman itu, ditemani atletnya Aldian Trijatmiko datang ke rumah orangtuanya Emen, di Desa Banjar 12 Desa Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau, Sabtu (24/8/2019) lalu.

"Kedatangan kami langsung disambut keluarga besar Emen, yakni Ayahnya Joko Kuswoyo (43) dan Ibunya Miharni (43), serta dua adiknya," ujar Hasnor kepada Tribun, Senin (26/8). 

Menurut Hasnor kedatangannya adalah untuk mencari bibit-bibit atlet dan dilatih menjadi atlet andalan.

"Untuk mencari bibit atlet kami harus masuk kampung keluar kampung dan sudah berulang kali kami lakukan termasuk kekampung Emen;" ucap Hasnor.

Dijelaskan Hasnor yang nerupakan Pelatih PPLP Dispora Riau, postur Emen memang langka.

Tidak hanya tinggi 2,06 meter, dia juga punya tungkai kaki panjang 1,16 meter, panjang rentang tangan 2,12, serta berat 125 Kg.

"Posturnya memang langka dan saat kami ukur, Panjang tapak kaki saja 36 cm. Panjang lengan 85 cm, belum lagi lebar bahunya 50 cm. Makanya, bisa kita siapkan dia ini sebagai seorang atlet. Tapi harus kerja berat," ungkapHasnor.

Baca: Pelatih Atletik Riau Datangi Manusia Tertinggi di Riau, Ingin Emen jadi Atlet Riau

Baca: Jumlah Peserta BPJS Kesehatan di Riau Capai 4.5 Juta, Pemprov Riau Belum Bantu Iuran Warga Miskin

Jadi pstur Emen secara utuh tambah Hasnor, bisa disiapkan sebagai atlet tolak peluru.

"Tapi saya tidak bisa bekerja sendiri. Harus dibantu dengan pihak terkait. Seperti halnya tim medis, pihak pemerintah (Disdik/Dispora) untuk sekolahnya, serta pihak lainnya untuk pakaiannya sehari-hari," papar Hasnor.

Kemudian Pakaiannya harus ditempah (jahit sendiri), begitu juga sandal atau sepatunya. Tak ada size-nya.

"Makanya saya pribadi berharap ada kalangan dermawan yang mau membiayainya. Karena, kalau diharapkan orangtuanya, keluarganya tak mampu (keluarga miskin)," ujar Hasnor. 

Disinggung mengenai tanggapan PPLP Dispora Riau tentang keberadaan Emen, Hasnor mengaku, pihaknya sudah melaporkan tentang perekrutan Emen ini ke Dispora.

"Sekarang kan dia baru kelas 1 SMAN 4 Tanah Putih Sedinginan. Masih banyak waktu kita untuk menjadikan dia sebagai seorang atlet," ucap Hasnor. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved