Berita Riau

AMAN Indragiri Hulu Riau Garap Peta Delapan Wilayah Adat Talang Mamak

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggarap pembuatan peta delapan wilayah adat Talang Mamak.

AMAN Indragiri Hulu Riau Garap Peta Delapan Wilayah Adat Talang Mamak
Tribunpekanbaru/byntonsimanungkalit
Perwakilan AMAN Inhu bertemu dengan Sekda Inhu, Riau beberapa waktu lalu. 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggarap pembuatan peta delapan wilayah adat Talang Mamak.

"29 wilayah adat Talang Mamak yang ada di Kabupaten Inhu, 15 wilayah adat sudah selesai petanya. Saat ini ada delapan wilayah adat yang sedang diproses petanya," kata Ketua AMAN Inhu, Gilung, Jumat (30/8/2019).

Untuk peta enam wilayah adat lainnya akan mulai dikerjakan pada tahun 2020. 29 wilayah adat tersebut dibagi sesuai dengan jumlah kebatinan yang ada di Kabupaten Inhu.

Gilung menyampaikan lima wilayah adat yang belum dibuatkan petanya berada di Kecamatan Batang Gansal.

"Di Batang Gansal ada lima wilayah adat yang mulai kita garap, namun kita belum menerima laporan tentang sejarah-sejarah adatnya," kata Gilung.

Oleh karena itu kemungkinan peta wilayah adat di Kecamatan Batang Gansal mulai dibuat setelah ada catatan sejarah adat Talang Mamak yang jelas.

Gilung melanjutkan bahwa pihaknya saat ini masih berupaya menyelesaikan bahan verifikasi untuk pengakuan yang diminta oleh Pemkab Inhu.

Ada dua kecamatan yang sudah selesai bahan verifikasinya, yakni Kecamatan Rengat Barat dan Kecamatan Batang Cenaku.

Selain itu, AMAN Inhu dilibatkan dalam percepatan penatapan hutan adat untuk wilayah Sumatera yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

AMAN Inhu menghadiri rapat yang digelar oleh Qbar dan HuMa di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Pada rapat tersebut digelar sebagai respon atas terbitnya Permen LHK nomor 21 tahun 2019 tentang Hutan Hak.

"AMAN Inhu diajak untuk bekerjasama dan berkonsolidasi bersama dengan sejumlah organisasi lain guna memastikan hak masyarakat adat terhadap hutannya," kata Gilung.
(Tribunpekanbaru.com/bynton simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved