Breaking News:

500 Kostrad Dikirim Ke Papua, Kerusuhan Susulan di Papua Diprediksi Terjadi di 3 September 2019

Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Albert Rodja menyampaikan akan menindak tegas jika ada aksi anarkis dalam aksi 3 September 2019.

Editor: Guruh Budi Wibowo
TribunPekanbaru/TheoRizky
Sejumlah prajurit TNI bersiaga di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (27/10/2015). 

Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Albert Rodja menyampaikan akan menindak tegas jika ada aksi anarkis dalam aksi 3 September 2019.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepolisian Daerah Papua berjanji akan menindak tegas kepada masyarakat yang diperkirakan akan masih menggelar aksi unjuk rasa di Kota Jayapura pada tanggal 3 September 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Albert Rodja, yang menyampaikan apabila tanggal 3 September 2019 mereka menggelar unjuk rasa lagi berujung anarkis maka akan ditindak tegas.

“Kami sudah siap tindakan tegas jika ada aksi lagi. Tidak boleh lagi seperti kemarin,” tegas Kapolda, Sabtu (31/8/2019).

Kapolda berpesan agar masyarakat mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

“Masyarakat juga harus waspada pada wilayahnya masing-masing, kampungnya masing masing, kami dari TNI Polri mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,”kata Kapolda.

Baca: Mengaku Sudah Kawin Dengan Kuntilanak dan Dimintai Tumbal, Simon Ditemukan Tewas Mengambang

Baca: Polisi Tendang Pemotor Sampai Tersungkur & Nyaris Terlindas Mobil, Terjadi Saat Operasi Patuh 2019

Baca: Atta Disebut Netizen Sebagai YouTuber Yang Dimaksud DJ Bebby, Bebby Ngaku Pernah Dilecehkan YouTuber

Tambahan personil Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P Sembiring mengatakan, ada penambahan personil TNI untuk memback-up Polri dalam pemulihan situasi di Papua.

“Ada 500 personil datang dari Kostrad, kenapa jumlahnya seperti itu ini sudah kita perhitungan dengan hakekat situasi yang berkembang,” kata Pangdam.

Darwis Massi, Wakil Ketua Paguyuban Nusantara memandang baik pertemuan dengan TNI dan Polri, yang berlangsung hari ini.

“Kami pagubuyan sudah lama di Papua, kita juga ingin kondisi yang aman dan damai jangan sampai terulang lagi apa yang sudah terjadi. Tapi mari kita sama-sama seluruh paguyuban untuk menjaga kedamaian yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” katanya.

“Hari ini kami juga meminta dukungan TNI Polri untuk menjaga kondisi kita sebagai mitra menjaga keamanan, kita juga merasa aman dengan kehadiran TNI dan Polri. Apalagi ada penambahan pasukan kita merasa lebih nyaman dan aman itu harapan kami,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kamis (29/8/2019), massa menggelar aksi unjuk rasa, menyikapi dugaan tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, berujung anarkis.

Ribuan massa membakar ruko, perkantoran pemerintah, kendaraan roda dua dan roda empat, serta melakukan Pengerusakan.

Kondisi itu membuat aktivitas di Kota Jayapura lumpuh total.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggal 3 September, Diperkirakan Masih Ada Demo di Kota Jayapura", https://regional.kompas.com/read/2019/08/31/19562441/tanggal-3-september-diperkirakan-masih-ada-demo-di-kota-jayapura.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved