Breaking News:

Sejarah Hari Ini : Soeharto Laporkan Majalah Times karena Sebuah Artikel: Didenda Rp 1 Triliun

Majalah Time edisi Asia Volume 153 Nomor 20 tertanggal 24 Mei 1999 pada halaman 16-19 itu mengupas tentang kekayaan Soeharto & keluarganya

(ARSIP FOTO) KOMPAS / JB SURATNO
Presiden Soeharto sedang mencoba mobil hadiah dari PM Malaysia Mahathir Muhamad, di Jakarta, 19 Mei 1994. 

Sejarah Hari Ini : Soeharto Laporkan Majalah Times karena Sebuah Artikel: Didenda Rp 1 Triliun

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemberitaan Majalah Time edisi Asia berjudul Suharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune menggemparkan Indonesia kala itu.

Majalah Time edisi Asia Volume 153 Nomor 20 tertanggal 24 Mei 1999 pada halaman 16-19 itu mengupas tentang kekayaan  Soeharto dan keluarganya senilai 9 miliar dollar AS yang ditransfer dari Swiss ke Austria.

Edisi tersebut juga menampilkan sampul depan yang memuat gambar wajah  Soeharto beserta judul Special Report: Suharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune.

Selain itu, menurut Harian Kompas 15 Oktober 1999, pada halaman 17 terdapat kutipan "Time has learned that $ 9 billion of Suharto money has transferred from Switzerland to a nominee bank account in Austria" atau MajalahTime telah berhasil mengetahui bahwa sembilan miliar dollar AS uang Soeharto telah ditransfer dari Swiss ke sebuah rekening tertentu di bank Austria.

Baca: Sebut Nikita Mirzani Pelacur Oleh Anak Elza Syarief, Poppy Kelly, Ini Reaksi Mantan Istri Sajad Ukra

Baca: Anji, Gagal di Indonesian Idol Tapi Sukses Berkarir di Dunia Musik

Baca: Terkuak Fakta Kasus Pria Setubuhi Paksa Sang Pacar, Awalnya Dipijat Kemudian Lakukan Persetubuhan

 

Mantan Presiden  Soeharto membantah pemberitaan Majalah Time tersebut. Harian Kompas 22 Mei 1999, mengabarkan,  Soeharto menilai berita tersebut bohong dan fitnah.

"Itu berita bohong. Jika Time tidak dapat membuktikan fakta-fakta dari pemberitaannya, maka itu fitnah.

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," ujar  Soeharto (21/5/1999).

Soeharto juga membantah bahwa dia sama sekali tidak memiliki kekayaan seperti yang diberitakan oleh Time.

Akan tetapi, menurut arsip Harian Kompas 29 Mei 1999, putra  Soeharto, Bambang Trihatmodjo, mengakui, ada bagian dari pemberitaan di majalah Time yang benar, meski ia juga menyebut bahwa sebagian besar isinya tidak benar.

Penasihat hukum Sigit Harjojudanto, Juan Felix Tampubolon menuturkan, dari pemberitaan tersebut hanya tulisan mengenai rumah di Inggris yang benar.

Ia mengatakan, kliennya memiliki dua rumah di Inggris, satu milik Sigit Harjojudanto dan lainnya milik istrinya, Ilsye Harjojudanto.

Kepala Humas Kejagung RJ Soehandoyo yang turut memeriksa Sigit mengungkapkan, Sigit tidak memiliki saham di perusahaan kerja sama PT Petrokimia Nusantara Intendo dengan PT Nusamba.

Baca: Sebut Nikita Mirzani Pelacur, Putri Elza Syarief Diserang Warganet: Akun Poppy Kelly Menghilang!

Baca: Usai Menikah dengan Petugas PPSU, Bule Cantik Austria Rasakan LDR dan Berkeinginan Jadi WNI

Baca: Pria Ini Baru Temukan Ular Kayu Berbisa Berkepala Dua, Anehnya Kepala Ular Bergerak Berlainan Arah

Ia juga disebut tidak menjadi bagian dari pengurus di PT Nusamba.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved