Breaking News:

Kapolri Larang Aksi Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat, Melanggar UU? Ini Alasannya

Pasca-Kerusuhan di Papua dan Papua Barat pekan lalu, Kapolri, Jendral Titio Karnavian memerintahkan larangan berunjuk rasa di sana.

Editor: Ilham Yafiz
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat di Surabaya belum lama ini. 

Kapolri Larang Aksi Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat, Melanggar UU? Ini Alasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasca-Kerusuhan di Papua dan Papua Barat pekan lalu, Kapolri, Jendral Titio Karnavian memerintahkan larangan berunjuk rasa di sana.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat larangan pelaksanaan aksi unjuk rasa di daerah tersebut.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat untuk melakukan larangan demonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkis," kata Tito di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/9/2019).

Baca: 6.000 Personel Terjun Lakukan Pengamanan Di Papua, Kapolri dan Panglima TNI Ikut Turun

Baca: Tak Ajak Sandiaga Uno Dalam Pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Megawati, Ini Penjelasan Sandi

Baca: Wawancara Ekslusif Korban Selamat Pembunuhan Tiga Saudara Kandung di Banyumas

Maklumat itu dikeluarkan guna mencegah kerusuhan yang berawal dari aksi unjuk rasa di Manokwari dan Jayapura.

Tito menambahkan, polisi telah memberi kesempatan kepada masyarakat Papua untuk menggelar aksi unjuk rasa dan menyampaikan pendapat sesuai Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998.

"Tapi kenyataannya menjadi anarkis, menjadi rusuh, ada korban dan kerusakan," kata Tito.

Sebelumnya, Kamis (29/8/2019), ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Aksi unjuk rasa berujung anarkistis.

Massa membakar ruko, perkantoran pemerintah, kendaraan roda dua dan roda empat, serta merusak fasilitas lainnya.

Kondisi itu membuat aktivitas di Kota Jayapura lumpuh total.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved