Breaking News:

Personel TNI dan Polri Terus Dikirim ke Papua, Ini Penjelasan Menkopolhukam, Wiranto

Pemerintah terus menambah jumlah bantuan pasukan ke Papua dan Papua Barat pasca-kerusuhan di sana beberapa hari belakangan.

Editor: Ilham Yafiz
(KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim)
Menko Polhukam Wiranto di acara kesenian masyarakat Papua. 

Personel TNI dan Polri Terus Dikirim ke Papua, Ini Penjelasan Menkopolhukam, Wiranto

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah terus menambah jumlah bantuan pasukan ke Papua dan Papua Barat pasca-kerusuhan di sana beberapa hari belakangan.

Pasukan bantuan tersebuit didatangkan dari sejumlah daerah, ada juga di antaranya dari Brimob Polda Riau.

Menganai hal ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan pasukan TNI dan Polri belum bisa ditarik dari Papua dan Papua Barat.

Pasukan TNI dan Polri akan ditarik setelah kondisi benar-benar aman.

"Kita tunggu dulu, ini kan baru mulai damai, mulai aman. Nanti kita tunggu. Sabar, tenang. Kan begitu," ujar Wiranto saat ditemui di acara kesenian masyarakat Papua, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Baca: Keluarga Menangis Lepas Keberangkatan Brimob Polda Riau Ke Papua: Semoga Selamat Pergi dan Pulang

Baca: 8.000 Perantau asal Sumatera Barat di Papua dan Papua Barat Diminta Waspada, Tersebar di 14 Daerah

Baca: 300 Personil Brimob Polda Riau Dikirim ke Papua untuk Pengamanan Wilayah

Menurut Wiranto, yang terpenting saat ini situasi di Papua dan Papua Barat berangsur kondusif.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat di sana menjaga situasi yang berangsur aman.

Ia pun kembali menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Papua agar tetap sabar dan tak tersulut emosi.

"Hari ini kita sangat bersyukur ya bahwa kita mendengar saudara-saudara kita di Papua - Papua Barat sana sudah berdamai, sudah tenang, kehidupan mulai berjalan lagi, toko-toko sudah buka," ujar Wiranto.

 "Kita bersyukur kepada Tuhan YME, terima kasih kepada teman-teman di Papua - Papua Barat yang sudah sadar bahwa tidak perlu kita berkelahi, tidak perlu kita anarki, tidak perlu kita bakar-bakaran. Bakar makanan boleh, batu boleh. Tapi, jangan bakar gedung, jangan bakar fasum," lanjut Wiranto.

Sebelumnya, tokoh Papua, Samuel Tabuni, meminta pemerintah menarik aparat keamanan, TNI dan Polri, dari wilayah Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, hal itu bisa membantu meredakan situasi Papua yang tak kondusif sejak pekan lalu.

Hal itu Samuel ungkapkan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved