Janda Penyewa Pembunuh Bayaran di Sumsel Ini Ajukan Banding, Keluarga Korban Menolak Keras

Permohonan banding yang diajukan oleh seorang janda penyewa jasa pembunuh bayaran di Sumatera Selatan mendapat respon dari keluarga korban.

Janda Penyewa Pembunuh Bayaran di Sumsel Ini Ajukan Banding, Keluarga Korban Menolak Keras
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Tika Herli, penyewa pembunuh bayaran mengajukan banding. 

Namun memori banding terdakwa di ajukan ke Pengadilan Tinggi Palembang.

"Memori banding adalah hak mutlak bagi terdakwa. Sedangkan upaya dari Penuntut Umum yaitu akan menunggu memori banding dari terdakwa untuk di pelajari terlebih dahulu," jelas Gabriel.

Mendengar adanya banding dari terdakwa suami korban Hermansyah mengatakan, keluarga meminta kepada Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam dan Pengadilan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan agar menolak permintaan memori banding dari pengacara Tika dan Riko.

"Saya mengharapkan kepada pihak kejaksaan dan pengadilan agar menolak banding tersebut, karena kita keluarga menilai memang sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman tersebut."

"Seperti kata pepatah nyawa harus dibayar nyawa ditambah lagi yang mereka melakukannya dengan tidak manusiawi," tegasnya, saat ditemui, Minggu (1/9/2019).

Sebelum divonis hakim, beberapa hari setelah ditangkap, wartawan Tribunsumsel.com sempat melakukan wawancara eksklusif dengan para pelaku.

Berikut wawancaranya:

Ketiganya membunuh Ponia dan anak perempuannya Silvia. Peristiwa ini betul-betul mengejutkan.

Senin (7/1), wartawan Tribunsumsel.com, Agung Dwipayana mewawancarai tiga orang ini.

Melihat kondisi mereka setelah ditangkap sebelum berangkat ke Taiwan untuk jadi Tki dan melarikan diri. 
Simak wawancaranya.

Halaman
1234
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved