Bengkalis

427 Sepeda Motor Kena Tilang Selama Lima Hari Operasi Patuh di Bengkalis

Satlantas Polres Bengkalis telah lima hari melaksanakan operasi patuh muara takus 2019 di wilayah Bengkalis.

427 Sepeda Motor Kena Tilang Selama Lima Hari Operasi Patuh di Bengkalis
Istimewa
Operasi Patuh Muara Takus 2019 di Jalan Ahmad Yani, Bengkalis, Senin (2/9/2019) 

427 Sepeda Motor Kena Tilang Selama Lima Hari Operasi Patuh di Bengkalis

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Satlantas Polres Bengkalis telah lima hari melaksanakan operasi patuh muara takus 2019 di wilayah Bengkalis.

Dari operasi ini suda sebanyak 427 pengendara sepeda motor dilakukan tindakan tilang oleh Satlantas Polres Bengkalis.

Hal ini diungkap Kasatlantas Polres Bengkalis AKP Hairul Hidayat melalui Kanit Dikyasa Andri Saputra kepada awak media, Selasa (3/8) siang.

Menurut Andri total tindakan tilang yang dilakukan Satlantas Polres Bengkalis seluruhnya sebanyak 507 pelanggaran, mereka diberikan kertas tilang berwarna biru oleh Satlantas Polres Bengkalis.

Baca: 36 Lempeng Baja yang Dicuri dari Jembatan Siak IV Pekanbaru Dijual Rp 125 Ribu Per Buah oleh Maling

Baca: Istri di Riau Habisi Suami Lewat Pembunuh Bayaran, Kini Terancam Hukuman Mati di Sidang PN Bengkalis

Baca: Bejat! Empat Lelaki di Siak, Riau, Gilir Gadis Remaja Keluarga Resah Korban Tak Pulang ke Rumah

Dari 507 pengendara yang ditilang, selain sepeda motor petugas juga menilang 21 pengendara mobil barang, kemudian19 truk kecil, 18 pengendara mobil penumpang, 10 truk besar, 3 truk tanki dan juga 5 pengendara mini bus. "Total hingga lima hari kemarin sudah menerbitkan 500-an lebih surat tilang mulai dari kendaraan roda dua, empat atau lebih," tegasnya.

Untuk operasi Patuh sendiri dilakukan oleh petugas di Kota Bengkalis dibeberapa titik. Seperti di ruas tertib lalulintas Jalan Antara, Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Diponegoro, Bengkalis. Selain di Bengkalis operasi juga dilakukan di kota Duri Kecamatan Mandau.

"Intinya target kita daerah tertib lalulintas, serta tempat keramaian, operasi akan terus dilakukan hingha 11 September mendatang," tandasnya.

Bagi pengendara yang melanggar akan diberikan pilihan lembaran dokumen, apakah kertas biru atau kertas merah dari petugas. Kertas biru untuk bisa dibayarkan langsung ke pihak bank, sedangkan kertas merah jika pengendara berkeinginan untuk mengikuti sidang di pengadilan.

Selain melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan keselamatan, dalam rangka Operasi Patuh tersebut, petugas juga membagi-bagikan brosur dan menempelkan stiker tertib berlalu lintas pentingnya keselamatan berkendara.

Baca: STORY - Jadi Tukang Urut Panggilan Demi Biayai Kuliah, Mahasiswa di Riau Bertekad Raih Gelar Sarjana

Untuk diketahui, Operasi Patuh ini digelar mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019 mendatang. Menjadi incaran prioritas operasi, antara lain berkendara saat mabuk, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi di bawah umur, tidak memakai sefty belt (sabuk pengaman), menggunakan handphone (HP) saat berkendara, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu.

Operasi Patuh bertujuan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, kelancaran serta ketertiban berlalu lintas.

Meningkatkan kualitas keselamatan dengan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan berlalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved