Berita Riau

Dispar Siak Riau Mengeluh Banyak Ingin Masuk Gratis ke Istana, Padahal Harus Capai Target PAD Rp 2 M

Dinas Pariwisata (Dispar) Siak menghadapi tantangan dengan banyaknya pihak yang meminta masuk gratis saat membawa rombongan ke Istana Siak.

Dispar Siak Riau Mengeluh Banyak Ingin Masuk Gratis ke Istana, Padahal Harus Capai Target PAD Rp 2 M
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Istana Siak 

SIAK, TRIBUN - Tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor wisatawan masuk ke Istana Siak akan dikejar Dinas Pariwisata (Dispar) Siak.

Namun, mereka menghadapi tantangan dengan banyaknya pihak yang meminta masuk gratis saat membawa rombongan.

"Kita sudah berupaya keras untuk mencapai target, namun sejumlah pihak justru sering meminta layanan gratis masuk Istana Siak, bahkan saat kunjungan rombongan," ungkap Kepala Dispar Siak Fauzi Asni, Selasa (3/9/2019).

Target PAD dari wisatawan masuk Istana Siak dipatok Rp 2 miliar untuk 2019 ini.

Untuk mencapai itu, pihaknya sudah menaikkan harga tiket masuk (HTM) dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Sedangkan untuk HTM wisatawan asing Rp 25 ribu satu tiket.

"Kita memang ditargetkan tinggi dalam penerimaan PAD sektor pariwisata, sesuai Perda APBD Siak 2019 khususnya dari tiket masuk Istana," kata dia.

Fauzi Asni tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang kerap meminta layanan masuk gratis.

Namun ada dari unsur dinas (OPD), tamu pemerintah, tamu anggota dewan, bahkan pihak sekolah yang mau membawa siswanya berkunjung juga berupaya mendapatkan layanan gratis dan pemotongan nilai tiket. Padahal menurut dia, aturan dan harga harus berlaku umum.

"Tentu karena ini kami kesulitan. Satu sisi kami dituntut memenuhi target, namun disisi lain mempertimbangkan permintaan sejumlah pihak untuk gratis masuk. Ada pula yang minta diskon jumlah tagihan tiketnya," kata dia.

Bendahara tiket masuk istana, Junaidi juga menyampaikan keluhan yang sama terkait beratnya menanggung tercapainya target pendapatan tiket.

Masalahnya beberapa pejabat Pemkab, organisasi, dan beberapa pihak selalu meminta gratis dan harga miring. Saat pemkab kedatangan tamu mencapai 50 orang, tidak satupun masuk membeli tiket.

"Kami bekerja harus mencapai target. Mestinya semua pihak memahami kondisi ini," kata dia.

Tokoh muda LAMR Siak, Rolis Muhtar meminta agar Dinas Pariwisata tidak tebang pilih menjual tiket. Meskipun tamu pemerintah seharusnya tetap membeli tiket sebagai syarat masuk istana. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved