Berita Riau

Kabut Asap Makin Pekat, Kiriman dari Daerah Lain Perparah Kondisi Udara di Pelalawan Riau

Kabut asap di Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci semakin pekat pada Selasa (3/9/2019) yang terpantau sejak pagi.

Kabut Asap Makin Pekat, Kiriman dari Daerah Lain Perparah Kondisi Udara di Pelalawan Riau
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Warga Pangakalan Kerinci Kabupaten Pelalawan mulai mengenakan masker saat berkendara motor pada Selasa (3/9/2019) karena kabut asap semakin parah dua hari terakhir. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kabut asap di Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci semakin pekat pada Selasa (3/9/2019) yang terpantau sejak pagi dan bertahan sampai sore hari.

Asap yang semakin tebal sangat terasa di hidung dan penglihatan semakin terbatas. Masyarakat kembali menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama para pengendara sepeda motor. Kabut hari ini lebih parah dibanding sehari sebelumnya.

"Sekarang makin parah asapnya. Padahal seminggu lalu sudah nggak ada karena hujan, yang lebih kasihan itu anak-anak," ujar seorang warga Pangkalan Kerinci, Yendrizal (43).

Ayah tiga anak ini baru saja menjemput buah hatinya dari sekolah tempatnya menimba ilmu.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini telah membekali anaknya masker saat berangkat dari rumah ke sekolah pada pagi harinya, lantaran asap semakin terasa. Padahal putrinya yang masih duduk di SD baru sembuh dari flu dan batuk dua pekan lalu saat kabut asap parah.

"Kalau besok masih asap tebal, saya akan permisikan anak dari sekolah. Takutnya kena batuk-batuk lagi," keluhnya.

Keluhan serupa dirasakan warga lainnya, asap kembali muncul setelah sempat hilang satu pekan lalu.

Warga khawatir pasien ISPA kembali melonjak tinggi jika asap kembali datang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio mengatakan, asap yang muncul di Pangkalan Kerinci merupakan campuran.

Tidak sepenuhnya dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Pelalawan. Melainkan diperparah oleh asap kiriman dari daerah lain atau kabupaten tetangga yang berdekatan.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved