Berita Riau

Mantan Pejabat Dishut Rohul Riau Terancam Habiskan Masa Pensiun di Sel, Rugikan Negara Rp 117,9 Juta

Mantan pejabat Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial Yr (59), terancam menghabiskan masa pensiunnya di balik jeruji besi.

Mantan Pejabat Dishut Rohul Riau Terancam Habiskan Masa Pensiun di Sel, Rugikan Negara Rp 117,9 Juta
istimewa
Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua saat ekspose didampingi Kasat Reskrim AKP Aslely Farida Turnip, dan Kanit Tipikor Ipda Sudarto, Selasa (3/9/2019) di Mapolres Rohul, Riau. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Mantan pejabat Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berinisial Yr (59), terancam menghabiskan masa pensiunnya di balik jeruji besi.

Polres Rohul telah menetapkan Yr sebagai tersangka perkara dugaan korupsi kehutanan kawasan konservasi Bukit Suligi.

Yr yang baru memasuki pensiun sebagai abdi negara ditetapkan tersangka dalam dugaan korupsi program kegiatan swakelola rehabilitasi kawasan konservasi di Blok A hutan lindung Bukit Suligi di Desa Tandun, Kecamatan Tandun tahun 2010. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp117.900.000.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua saat ekspose didampingi Kasat Reskrim AKP Aslely Farida Turnip, dan Kanit Tipikor Ipda Sudarto, Selasa (3/9/2019) mengungkapkan, anggaran proyek kegiatan rehabilitasi kawasan konservasi hutan lindung Bukit Suligi bersumber dari APBN tahun anggaran 2010 sekitar Rp 728.960.000. Dengan Surat Perintah Kerja (SPK) target kegiatan 250 hektare.

Saat itu, Yr menjabat Kabid Kehutanan dan Perkebunan di Dishut Rohul sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pria inisial Jm selaku ketua kelompok kerja.

Namun, tambahnya, proyek kegiatan dikerjakan pihak ketiga, dalam hal ini kelompok kerja diketuai Jm, tidak sanggup merealisasikan kegiatan sesuai upah tercantum di SPK nomor: SPK.01/Dishutbun Rohul-RHL/VII/ 2010, tanggal 1 Juli 2010.

Dari target lahan 250 hektare dengan 11 item pekerjaan tercantum dalam SPK, hanya sekitar 80 hektare lahan kawasan yang tertanami tanaman keras, seperti karet, mahoni, dan lainnya.

Karena tidak selesai, sisa pengerjaan konservasi di lahan 170 hektare dialihkan ke kelompok kerja lain yang diketuai oleh pria inisial Sm secara lisan.

"Berita acara serah terima tahapan hasil pekerjaan seolah-olah seluruhnya telah dikerjakan di lahan seluas 250 hektare. Sedangkan kelompok kerja hanya mampu mengerjakan di lahan 80 hektare," ungkap Kapolres.

AKBP M Hasyim menerangkan, dalam perkara penyalahgunaan wewenang kegiatan rehabilitasi kawasan konservasi Bukit Suligi ini, diperkirakan negara mengalami kerugian Rp117,9 juta, sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved