Indragiri Hilir

BC Tembilahan Provinsi Riau Musnahkan 5944 Botol Miras, Bos dan Anak Buah Berhasil Diamankan

Sebanyak 5944 botol minuman keras (Miras) berbagai merek di musnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C

BC Tembilahan Provinsi Riau Musnahkan 5944 Botol Miras, Bos dan Anak Buah Berhasil Diamankan
Tribun Pekanbaru/Fadli
Alat berat menghancurkan ribuan botol miras barang bukti hasil penindakan di halaman Kantor Bea Cukai Tembilahan, Rabu (4/9). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sebanyak 5944 botol minuman keras (Miras) berbagai merek di musnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Rabu (4/9).

Botol – botol miras ilegal yang ditaksir bernilai Rp 4,1 miliar tersebut, di musnahkan dengan cara digiling menggunakan alat berat di halaman Kantor KPPBC TMP C Tembilahan, Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan.

Pemusnahan disaksikan oleh Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Anton Martin, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil, Susilo, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Nurmala Sinurat, Kepala Lapas Klas II A Tembilahan, Agus Pritiatno dan sejumlah jajaran Polres Inhil.

Dengan potensi kerugian negara mencapai hampir Rp 9 miliar.melakukan pemusnahan terhadap barang bukti berupa minuman keras atau Miras ilegal hasil penindakan, Rabu (4/9/2019).

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Anton Martin mengungkapkan, pemusnahan yang dilakukan merupakan hasil penindakan di daerah perbatasan Inhil-Jambi, tepatnya di daerah Selensen, Senin (4/3) lalu.

“Saat itu pihak Bea dan Cukai menangkap 1 unit truk yang bermuatan miras ilegal. potensi kerugian negara mencapai hampir Rp 9 miliar,” ujar Anton Martin.

Setelah mengamankan 1 unit truck tersebut, Selasa (5/3), pihak bea cukai segera melakukan penyidikan dan berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Tembilahan.

“Kita tangkap bosnya yang di Jakarta. Tanggal 29 April perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Inhil dan selanjutnya diproses penuntutan di peradilan,” papar Anton.

2 terpidana yang merupakan anak buah dan bos ini, akhirnya divonis 1 tahun penjara oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan dalam kasus penyelundupan minuman keras ilegal.

“Kami dari Bea dan Cukai menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Negeri Inhil atas proses penanganan perkara tindak pidana di bidang cukai,” pungkas Anton.

Lebih lanjut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil, Soesilo, menjelaskan, 2 orang dinyatakan bersalah dalam pelanggaran di bidang cukai ini.

“Alhamdulillah, telah dilakukan pemusnahan barang bukti berupa minuman keras hasil tangkapan dari 2 terpidana perkara cukai. Saat ini, 2 terpidana sudah dipenjara setelah melalui proses penyidikan oleh pihak Bea dan Cukai,” tutup Soesilo.(Tribuntembilahan.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved