Cabor PON Papua Dipangkas, KONI Riau Belum Dapat Surat Resmi dari Pusat
Ketua KONI Riau Emrizal Pakis, Rabu (4/9/2019) menegaskan, bahwa pihaknya memang melihat surat selebaran pemangkasan cabor PON 2020 tersebut
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Budi Rahmat
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Viralnya di media sosial terkait pemangkasan cabang olahraga PON 2020, yang digelar di Papua, mempertandingkan 37 dari sebelumnya 47 cabor, masih menjadi tanya besar beberapa daerah. Termasuk KONI Provinsi Riau.
Ketua KONI Riau Emrizal Pakis, Rabu (4/9/2019) menegaskan, bahwa pihaknya memang melihat surat selebaran pemangkasan cabor PON 2020 tersebut.
Namun surat yang dilengkapi surat dengan kepala surat KONI Provinsi Papua perihal perubahan jumlah cabang olahraga PON XX tahun 2020, tidak ditandatangani dan tidak distempel.
"Makanya untuk kepastian tersebut, tentunya kita menunggu surat resmi dari pusat yakni Kemenpora RI dan surat dari KONI Papua. Sampai saat ini surat resmi tentang pemangkasan tersebut, belum kita terima," kata Emrizal menjawab Tribunpekanbaru.com.
Muncul selebaran daftar cabor yang tak akan dipertandingkan di PON 2020 Yakni, dansa, ski air, gateball, petanque, woodball, catur, bridge, kempo, wushu, bola tangan, sepak takraw, soft tennis, aerosport, balap sepeda, dan akuatik.
Dari deretan cabor yang tidak dipertandingkan tersebut, banyak merugi daerah peserta. Apalagi hampir selama setahun ini, beberapa daerah sudah melakukan persiapan. Bagaimana dengan Riau sendiri?
Emrizal Pakis menyampaikan, secara keseluruhan, memang dari 10 cabor yang dikurangi itu, ada beberapa yang menjadi lumbung medali emas. Namun tidak signifikan.
"Andalan kita itu di antaranya termasuk takraw, aerosport dan lainnya. Sebenarnya yang menjadi lumbung total medali kita seperti dayung, menembak, anggar, tinju, serta olahraga beladiri dan permainan lainnya. Tapi itu tadi, kita katakan pengurangan ini mungkin masih wacana. Belum ada surat resminya," katanya.
Munculnya selebaran tersebut, KONI Riau meminta kepada semua cabor, khusus para atletnya, agar tidak terpengaruh isu apapun. Jika pun nanti ada pengurangan, pasti KONI Riau menyurati dan memberikan informasi yang lengkap kepada semua pengurus cabor.
Diakui Emrizal, dari hasil rapat terakhir yang diikuti KONI Riau di Jakarta, untuk perubahan pelaksanaan PON 2020 di Papua, hanya pengurangan daerah tempat pelaksanaan pertandingan saja.
Semula dari 5 kabupaten/kota di Papua, tempat pertandingannya ditetapkan 3 daerah saja yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika. "Kita fokus melaksanakan PON di situ. Dan ketetapan ini sudah resmi," sebut Emrizal lagi.
Sebelumnya, Menpora RI Imam Nahrawi menyatakan, meski pihaknya sempat membahas pemangkasan jumlah cabor PON Papua, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri membahas Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2020 di Jakarta baru-baru ini, tapi pihaknya tidak menyebutkan 10 cabor yang dipangkas dan menunggu pengkajian berikutnya.
"Kami hanya mengacu sport olympic, kita akan lihat nomor-nomor yang bisa dipertandingkan dan waktunya menjadi Oktober 2020," ungkap Imam.
PON 2020 semula dijadwalkan bergulir 9-21 September 2020. Namun, hasil rapat memutuskan digeser menjadi Oktober 2020.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Papua, Alexander K. Y. Kapisa, menampik telah memutuskan 10 cabang olahraga yang dicoret di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. Papua belum memutuskannya.
Untuk meringankan Papua sebagai tuan rumah PON, Kemenpora dan KONI mengusulkan untuk memangkas cabang olahraga PON XX. Kedua belah pihak itu telaah mengantongi draf cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan tinggal menanti keputusan Panitia Besar (PB) PON. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/emrizal-pakis_20170711_170227.jpg)