Pelalawan

Terdakwa Kasus Korupsi Cetak Sawah di Riau Kembalikan Kerugian Negara Rp 55 Juta ke Kejari Pelalawan

Terdakwa kasus korupsi proyek cetak sawah Pelalawan tahun 2012, M Yunus, ikut mengembalikan kerugian negara ke Kejari

Terdakwa Kasus Korupsi Cetak Sawah di Riau Kembalikan Kerugian Negara Rp 55 Juta ke Kejari Pelalawan
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Andre Antonius SH 

Terdakwa Kasus Korupsi Cetak Sawah di Riau Kembalikan Kerugian Negara Rp 55 Juta ke Kejari Pelalawan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Terdakwa kasus korupsi proyek cetak sawah Pelalawan tahun 2012, M Yunus, ikut mengembalikan kerugian negara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau sebesar Rp 55 juta.

Pembayaran kerugian negara itu dilakukan secara bertahap oleh Terdakwa M Yunus yang diserahkan oleh istrinya didampingi pengacara. Uang tersebut diberikan ke bendahara Kejari Pelalawan dan setelah dibuatkan berita acara serahterima, kemudian disetorkan ke kas negara.

"Pihak keluarga dan pengacaranya yang datang dua minggu lalu. Uangnya diberikan ke kita dan langsung kita setor ke kas negara," tutur Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero South SH MH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Andre Antonius SH, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (4/9/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Kecelakaan di Riau, Truk Terjun ke Sungai di Inhu, Satu Korban Masih Terjepit

Baca: BREAKING NEWS: Anggap Tak Lazim, Warga Riau Ketakutan Setelah Tangkap Buaya Masuk Kampung di Siak

Baca: BREAKING NEWS: Jarak Pandang di Pelalawan Turun Jadi 2 Km Akibat Kabut Asap di Riau, Hotspot 32

Andre Antonius menuturkan, terdakwa M Yunus harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 185 juta berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara atas proyek cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti itu yang nilainya mencapai Rp 1 Miliar. Pihak keluarga berniat mengangsur pengembalian tersebut dengan pembayaran tahap pertama Rp 55 juta. Kemudian akan kembali diserahkan angsuran selanjutnya dalam waktu dekat.

Saat ini, kata Andre Antonius, perkara korupsi cetak sawah jilid II ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Terdakwa M Yunus dan Sutrisno pekan depan akan menghadapi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah agenda pemeriksaan saksi dan ahli selesai pekan lalu.

"Dalam waktu dekat kita siapkan Rentutnya. Kedua terdakwa sampai saat ini masih ditahan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru," tambah Andre.

Ia menjelaskan, tersakwa Sutrisno juga telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 20 juta pada pertengahan Bulan Juli lalu. Total pengembalian yang telah diterima jaksa pada kasus ceteka sawah Dinas Pertanian (Distan) Pelalawan 2012 jilid II sudah Rp 75 juta.

Seperti diketahui Kejari Pelalawan menahan dua tersangka kasus korupsi cetak sawah tahun 2012 di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti Juni lalu.

Baca: Terdakwa Cetak Sawah Kembalikan Uang Rp 20 Juta ke Kejari Pelalawan

Baca: Kasus Korupsi Cetak Sawah Dilimpahkan ke Pengadilan, Kejari Berharap Persidangan Berjalan Cepat

Keduanya berasal dari pemerintahan yakni M Yunus merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Sutrisno merupakan Pejabat Pelaksan Teknis Kegiatan (PPTK) yang juga mantan Kepala UPTD Pertanian Teluk Meranti.

PNS dan pesiunan ini merupakan rombongan kedua yang menjadi korban proyek cetak sawah senilai Rp 1 Miliar yang diduga gagal itu. Satu tahun lalu jaksa Menjebloskan dua tersangka yakni Jumaling sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan Kharuddin sebagai kontraktor. Mereka saat ini sedang menjalani hukuman sesuai vonis dari hakim. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved