Wapres JK Blak-blakan Soal Keterlibatan Asing di Papua, Ini Penjelasannya

Kerusuhan di Papua yang diawali oleh aksi demonstrasi diduga melibatkan pihak asing, Menkopolhukam, Wiranto telah menegaskan hal itu.

Wapres JK Blak-blakan Soal Keterlibatan Asing di Papua, Ini Penjelasannya
TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (27/8/2019). 

Wapres JK Blak-blakan Soal Keterlibatan Asing di Papua, Ini Penjelasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kerusuhan di Papua yang diawali oleh aksi demonstrasi diduga melibatkan pihak asing, Menkopolhukam, Wiranto telah menegaskan hal itu.

Kali ini Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang blak-blakan mengenai keterlibatan asing dalam kerusuhan itu.

Ia mengatakan, keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat sangat mungkin ada, tetapi tak mewakili negara secara langsung.

"Asing mungkin iya (ada). Bukan negara. Bedakan asing dan negara," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Ia mencontohkan peristiwa pendeportasian empat WNA dari Australia yang terbukti ikut demonstrasi di Sorong, Papua Barat.

Menurut Kalla, keempatnya merupakan pihak asing yang kedapatan ikut mengintervensi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Namun, mereka tak mewakili Australia.

"Buktinya di Manokwari (Sorong) kemarin ada tiga (empat) WN (Warga Negara) Australia ikut demo. Kemudian Benny Wenda di Inggris memberi instruksi atau apa, dia kan bukan WNI sudah WN Inggris. Orang asing juga berati itu campur tangan," lanjut dia.

Baca: Buat Gus Dur itu yang Salah Jakarta, Bagaimana Jakarta Memandang Papua. Bukan Papua yang Salah

Baca: Cheryl, WNA Australia Terlibat Demo di Sorong, Papua Dideportasi

Baca: Pengibaran Bendera Bintang Kejora tak Pernah Dilarang Pada Masa Gus Dur, Apa Alasannya?

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang terlibat dalam aksi anarkistis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved