Pelalawan

Kabut Asap di Riau, Disdik Pelalawan Belum Berani Liburkan Siswa, Kenapa?

Belum ada keputusan dari Dinas Pendidikan (Disdik) untuk meliburkan siswa sekolah akibat kabut asap.

Kabut Asap di Riau, Disdik Pelalawan Belum Berani Liburkan Siswa, Kenapa?
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Diskes dan Disdik Pelalawan Riau membagikan masksr kepada siswa di SDN 009 Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. Hingga kini siswa sekolah belum diliburkan meski kabut asap semakin parah. 

Kabut Asap di Riau, Disdik Pelalawan Belum Berani Liburkan Siswa, Kenapa?

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap yang melanda Kabupaten Pelalawan tiga hari terakhir cukup pekat hingga mengganggu pandangan mata dan menyengat ke indra penciuman hingga Kamis (5/9/2019) siang.

Namun belum ada keputusan dari Dinas Pendidikan (Disdik) untuk meliburkan siswa sekolah akibat kabut asap.

Padahal jarak pandang semakin hari semakin menurun dan masyarakat telah menggunakan masker saa beraktivitas di luar rumah.

Baca: Kenali Tanda-tanda Alergi Pada Anak dan Bedanya dari Infeksi

Baca: Idap Penyakit TBC Kulit, Penampilan Dua Gadis di OKU Terlihat Seperti Anak-anak

Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan SMP Disdik Pelalawan, Anton Timur Jaelani MH, pihaknya belum memutuskan untuk meliburkan siswa sekolah meski kabut asap melanda Pelalawan.

Pasalnya Disdik tidak bisa menetapkan sendiri jadwal libur murid-murid Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Harus melibatkan instansi lain seperti Dina Pendidikan (Disdik) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Kami tidak berani meliburkan siswa sekolah tanpa rekomendasi Diskes dan DLH. Kalau kami sendiri memutuskan tak bisa," kata Anton Timur kepada tribunpelalawan.com, Kamis (5/9/2019).

Baca: Aulia Kesuma Lega Usai Bunuh Suami dan Anak Tiri karena Tak Perlu Lagi Menyicil Utang Rp 10 Miliar

Baca: FM Ngaku Dapat Bisikan Gaib Supaya Mengirim Anaknya ke Surga dengan Cara Dibunuh, Ini 5 Faktanya

Anton menuturkan, meliburkan siswa memiliki syarat tertentu seperti kualitas udara pada level berbahaya, jarak pandang yang minim, hingga korban ISPA yang meningkat drastis.

Hal itu bisa diukur oleh DLH dan Diskes sebagai dasar untuk merumahkan peserta didik.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved