Indragiri Hilir

Pengendara Terheran-heran, Ada 'Kuburan' di Tengah Jalan di Tembilahan Provinsi Riau

Masyarakat yang melintas di Jalan H. Sadri Tembilahan mungkin terheran – heran dengan keberadaan kuburan di tengah jalan tersebut.

Pengendara Terheran-heran, Ada 'Kuburan' di Tengah Jalan di Tembilahan Provinsi Riau
Tribun Pekanbaru/Fadhli
Kuburan yang di bangun masyarakat di tengah Jalan H. Sadri Tembilahan, Kamis (5/9). T. Muhammad Fadhli. 

Pengendara Terheran-heran, Ada 'Kuburan' di tengah Jalan di Tembilahan Provinsi Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Masyarakat yang melintas di Jalan H. Sadri Tembilahan mungkin terheran – heran dengan keberadaan kuburan di tengah jalan tersebut.

Sebuah kuburan berukuran kecil lengkap dengan batu nisan menjadi pemandangan unik pada satu di antara sisi jalan yang terletak di dalam kota Tembilahan tersebut.

Keberadaan kuburan yang tidak pada tempatnya ini tentu saja langsung menjadi pembicaraan masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya (social media).

Keberadaan kuburan di tengah jalan tersebut ternyata sebagai bentuk protes masyarakat setempat terhadap kondisi Jalan H. Sadri Tembilahan yang tidak juga kunjung di perbaiki.

Jalan H. Sadri merupakan jalan dengan akses ke kota sekaligus merupakan satu diantara akses jalan terparah yang ada di Tembilahan.

Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil telah berapa kali menyatakan akan memperbaiki jalan tersebut, namun masyarakat mengeluhkan lamanya realisasi pengerjaan jalan tersebut.

Masyarakat Jalan H. Sadri sangat mengeluhkan terganggunya aktifitas sehari – hari mereka, apalagi saat mobil dan kendaraan lainnya berlalu-lalang di jalan tersebut.

Kuburan yang di bangun masyarakat di tengah Jalan H. Sadri Tembilahan, Kamis (5/9). T. Muhammad Fadhli.
Kuburan yang di bangun masyarakat di tengah Jalan H. Sadri Tembilahan, Kamis (5/9). T. Muhammad Fadhli. (Tribun Pekanbaru/Fadhli)

Masyarakat yang berjualan sangat merasakan dampak dari debu jalan yang berterbarangan ke ruko atau Apalagi warga yang sedang berjualan dipinggiran jalan, tentu saja hal tersebut semakin menyulitkan mereka.

Adi (39), seorang masyarakat tempatan, mengaku resah dengan kondisi jalan rusak yang sudah dirasakan masyarakat sekitar 3 tahun ini.

“Alasan kami memberikan Plang pohon maupun kuburan tersebut, kami sangat kecewa. Karena Jalan sebelah yang masih bagus terus di perbaiki dan kenapa di sini yang sudah lama belum diperbaiki. Itu alasan kami mengeluh,” ujar Adi yang juga pembuat kuburan keramik di tengah jalan tersebut, Kamis (5/9).

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved