Berita Riau

STORY - Jadi Anggota DPRD Riau Tapi Tak Punya Mobil, Naik Travel dari Kampung ke Gedung Dewan

Awalnya menjadi wasit dalam pemilu, kini Suhaidi langsung menjadi pemain dan bahkan sudah menang dalam pertandingan

STORY - Jadi Anggota DPRD Riau Tapi Tak Punya Mobil, Naik Travel dari Kampung ke Gedung Dewan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Para calon anggota DPRD Kota Pekanbaru masa jabatan 2019 - 2024 mengikuti simulasi pelantikan di Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (5/9/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

STORY - Jadi Anggota DPRD Riau Tapi Tak Punya Mobil, Naik Travel dari Kampung ke Gedung Dewan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dari 65 anggota DPRD Riau yang terpilih dan akan dilantik Jumat (6/9/2019), ada sosok yang menjadi perhatian.

Ini terjadi saat acara gladi bersih pelantikan anggota DPRD Riau di gedung DPRD Kamis (5/9).

Dialah Suhaidi caleg terpilih dari Partai Gerindra dapil Inhil.

Ketua KPUD Inhil Suhaidi usai mengikuti rapat pleno pengundian dan pencabutan nomor urut paslon di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Selasa (13/2/2018).
Suhaidi saat menjabat sebagai Ketua KPUD Inhil, usai mengikuti rapat pleno pengundian dan pencabutan nomor urut paslon di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Selasa (13/2/2018). (Tribun Pekanbaru/ T. Muhammad Fadhli)

Suhaidi yang memiliki postur tubuh tinggi dan jenggot panjang yang sudah memutih itu mengenakan peci putih terlihat ramah dan menyalami para hadirin yang ada pada gladi tersebut.

Suhaidi memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Riau, karena selain dikenal sebagai mantan ketua KPU periode 2014-2019, ia juga aktif mengisi ceramah ke berbagai daerah terutama di Inhil kampung halamannya.

Baca: 850 Rumah Subsidi Siap Dibangun di Kel Agrowisata Pekanbaru, Pekarangan Ada Tempat Budidaya Lele

Baca: FOTO: Begini Kondisi Warga Riau yang Diserang Beruang di Kampar

Baca: Polres Metro Jakarta Barat Tangkap 3 Penyelundup Sabu di Pekanbaru, Istri Satu Pelaku Ngaku Trauma

Baca: Cerita Menegangkan Warga Riau yang Bertarung dengan Beruang di Kampar, Susah Payah Cari Pertolongan

Awalnya menjadi wasit dalam pemilu, kini Suhaidi langsung menjadi pemain dan bahkan sudah menang dalam pertandingan, tinggal mengemban amanah yang sudah dipercayakan masyarakat.

Dosen kampus Islam di Tembilahan ini ternyata memiliki cerita yang unik ketika memilih untuk menjadi calon kontestasi di Pemilu. Ia hanya mengandalkan jemaah pengajiannya untuk meraup suara.

Ia memiliki 17 titik majelis pengajian dan bila ditotal jumlah jemaahnya mencapai 2000 an orang. Mereka inilah yang membantu Suhaidi dan bisa duduk jadi Dewan di Provinsi Riau.

"Mereka membantu saya dan kalau saya cuma keluar uang Rp30 juta untuk ongkos saya turun, saya tidak ada cetak baliho dan kasih uang," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved