Pelalawan

Helikopter Gagal Lakukan Water Bombing di Kerumutan Riau, Jarak Pandang Rendah Akibat Asap Pelalawan

Karhutla di Kecamatan Kerumutan Pelalawan Riau semakin parah dan menimbulkan kabut asap yang tebal hingga Jumat.

Helikopter Gagal Lakukan Water Bombing di Kerumutan Riau, Jarak Pandang Rendah Akibat Asap Pelalawan
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kondisi kabut asap yang menyelimuti Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau semakin tebal pada Jumat (6/9/2019). 

Helikopter Gagal Lakukan Water Bombing di Kerumutan Riau, Jarak Pandang Rendah Akibat Asap di Pelalawan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi ke Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Riau semakin parah dan menimbulkan kabut asap yang tebal hingga Jumat (6/9/2019).

Dari beberapa lokasi Karhutla di Kabupaten Pelalawan, areal Kerumutan yang terparah dan terlama serta terbesar apinya.

Puluhan hektar lahan yang terdiri dari hutan dan semak belukar dilalap api, kondisi dipersulit oleh jenis tanah yang merupakan gambut dalam.

"Yang paling parah memang Kerumutan sampai sekarang. Asap yang timbul sekarang ini kebanyakan berasal dari sana," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio kepada tribunpelalawan.com, Jumat (6/9/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Udara di Kota Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, Jumat 6 September Siang Capai 166,6

Saking parahnya, helikopter yang dikirim tim Satgas udara ke Karhutla yang ada di Kerumutan untuk melakukan Water Bombing (WB) terpaksa harus balik kanan.

Pengeboman air tak bisa dilakukan lantaran jarak pandang sangat terbatas, sehingga pilot tak bisa melihat pangkal api yang akan dibom air.

Pandangan ditutupi oleh asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut. Alhasil Heli WB dialihkan membantu pemadaman api Karhutla di Desa Sotol Kecamatan Langgam.

"Visibility di Kerumutan sangat terbatas karena asap. Api yang akan dipadamkan tak kelihatan dari atas. Makanya kita arahkan saja ke Langgam," tambah Hadi.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved