Citizen Report

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Ajarkan Warga Membuat Bakteri Pengurai Gambut Bersama BRG

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Universitas Riau ajarkan warga membuat bakteri pengurai gambut bersama Badan restorasi gambut (BRG)

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Ajarkan Warga Membuat Bakteri Pengurai Gambut Bersama BRG
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Muhammad Yoga Aldini
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Ajarkan Warga Membuat Bakteri Pengurai Gambut Bersama BRG 

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Ajarkan Warga Membuat Bakteri Pengurai Gambut Bersama BRG

TRIBUNPEKANBARU.COM, CITIZENJOURNALISM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Universitas Riau ajarkan warga membuat bakteri pengurai gambut bersama Badan restorasi gambut (BRG).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat didampingi Badan Restorasi Gambut (BRG) mengadakan Pelatihan membuat Bakteri Pengurai Gambut (F1 Embio).

Baca: NAMA Kecamatan Baru Hasil Pemekaran, Nama Tampan Dihapuskan, Ini Kata Walikota Pekanbaru Firdaus

Baca: BREAKING NEWS : Pelantikan Anggota DPRD Riau RICUH, Sejumlah Mahasiwa Tiba-tiba Masuk Ruangan Acara

Baca: Anggota DPRD Riau dari Dumai Hadirkan Ratusan Ibu-ibu pada Acara Pelantikannya Sebagai Wakil Rakyat

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan yang diarahkan untuk membantu mengembangkan potensi desa terkhususnya di bidang pertanian.

Pelatihan yang diikuti oleh sekelompok petani berlangsung antusias.
Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Pergam Bapak Hariadi.

"Mayoritas penghasilan Masyarakat Kelurahan Pergam selain dari perkebunan sawit adalah petani. Pembuatan bakteri ini sebuah langkah bagus mengingat tanah di Kelurahan tersebut berkondisi gambut," tutur Hariadi Selasa(13/8).

Di kelurahan Pergam, luas tanah gambut cukup besar.

Tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa tanaman yang telah mati dan juga terletak pada tempat yang selalu tergenang air sehingga tanah gambut menghasilkan kadar bahan organik yang tinggi, hanya saja unsur hara yang dibutuhkan belum terurai sehingga sulit dimanfaatkan.

Tanah gambut bereaksi asam, dan itu dapat mengganggu media perakaran tanaman, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pH dan mengurai kadar asam pada tanah.

Tujuannya, dengan adanya Bakteri Pengurai Gambut (F1 Embio) keadaan asam pada tanah dapat dikurangi.

Baca: Robot Kursi Roda dari Riau Bernama Jeevo Smart Wheelchair Karya Mahasiswa PCR Tampil di IPA Convex

Baca: SUKARMIS Pimpin DPRD Riau, Anggota DPRD Riau Lambaikan Tangan kepada Undangan Usai Diambil Sumpahnya

Baca: Stand Up Indo Pekanbaru, Komika Rutin Berlatih Sepanjang Pekan, Bergiliran Hadiri Undangan Tampil

Hal itu dikatakan oleh salah satu anggota Badan Restorasi Gambut, Al Rahmat Putra, kepada wartawan

Halencia Zanita, Mahasiswa Kukerta Unri menambahkan,adapun yang digunakan untuk pembuatan bakteri tersebut, tepung sagu,vit B compleks,buah nenas, Gula putih,terasi,kotoran ayam, tepung udang, dedak.

Setelah pelatihan membuat bakteri ini, Bapak Hariadi selaku Kepala Kelurahan Pergam berharap panen petani tidak lagi ada hambatan.

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Ajarkan Warga Membuat Bakteri Pengurai Gambut Bersama BRG. (Tribunpekanbaru.com/Citizen Journalism/Muhammad Yoga Aldini)

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved