Udara di Kabupaten Pelalawan, Riau Dalam Kategori Tidak Sehat Karena Asap Karhutla

Kualitas udara di wilayah kabupaten Pelalawan, Riau saat ini masuk ke level tidak sehat.

Udara di Kabupaten Pelalawan, Riau Dalam Kategori Tidak Sehat Karena Asap Karhutla
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Warga Pangakalan Kerinci Kabupaten Pelalawan mulai mengenakan masker saat berkendara motor pada Selasa (3/9/2019) lalu. Kini kualitas udara di Pelalawan dalam kategori Tidak Sehat. 

Udara di Kabupaten Pelalawan, Riau Dalam Kategori Tidak Sehat Karena Asap Karhutla

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kualitas udara di wilayah kabupaten Pelalawan, Riau saat ini masuk ke level tidak sehat.

Hal itu dikethaui berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan.

Warga Kabupaten Pelalawan Riau harus lebih waspada dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi hingga Jumat (6/9/2019).

Kondisi itu sudah berlangsung sejak Kamis (5/9/2019) lalu hingga Jumat (6/9/2019), kabut asapnya sangat tebal.

Berdasarkan perhitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) angkanya menunjukan level tidak sehat.

Baca: Tewas Mengenaskan, Bocah 2 Tahun Dibantai Ayah Tiri, Lalu Digantung dan Dimasukkan ke Karung

Baca: FOTO: Pelantikan Anggota DPRD Kota Pekanbaru Periode 2019-2024

Baca: JP Ngaku Cabuli Anaknya Setiap Hari, Bahkan Dilihat Langsung oleh Istrinya, Namun Tak Dilarang

"Dari semalam angkanya 159 kategorinya tidak sehat. Memang kita ngambil contohnya dari Pekanbaru karena dekat dengan Pelalawan," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Syamsul Anwar, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (6/9/2019).

DLH, kata Syamsul Anwar, saat ini hanya bisa mengambil perbandingan dari Pekanbaru atau Batam. Sebab alat di Kabupaten Siak dan PT RAPP untuk mengukur kualitas udara mengalami kerusakan sehingga data pembanding tak bisa didapatkan lagi.

Ia mengakui hingga saat ini Pelalawan belum memiliki alat pengukur kualitas udara sejak dari dulu. Alhasil harus memperkirakan dari daerah tetangga yang mempunyai alat pengukur kualitas udara dan menghubungkan dengan kondisi kabut asap yang ada.

DLH telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Pelalawan melalui pesawat radio agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi kualitas udara tidak sehat. Khususnya kelompok masyarakat yang rentan seperti bayi, anak-anak, wanita hamil, serta warga yang Lanjut Usia (Lansia).

"Kalaupun harus keluar rumah, baiknnya menggunakan masker. Kita juga minta kesadaran dari masyarakat untuk menjag kesehatanya," tandas Syamsul Anwar.

Berdasarkan data milik Dinas Kesahatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes, penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISA) dari tanggal 1 sampai 3 September cukup banyak. Hari pertama Bulan September sekitar 27 warg Pelalawan yang terkena ISPA, kemudian tanggal 2 September meningkat menjadi 63 orang, serta 3 September ada 58 pasien ISPA.

"Sampai sekarang belum ada yang dirawat inap, semua pasien ISPA hanya berobat jalan saja," kata Asril. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved