Asap Masuk Dalam Kelas, SDN 016 Desa Sialang Panjang, Inhil, Terpaksa Diliburkan

Karhutla mulai mendekati SDN 016 Desa Sialang Panjang, Inhil, membuat asap masuk ke dalam kelas. Siswa pun terpaksa dipulangkan.

Asap Masuk Dalam Kelas, SDN 016 Desa Sialang Panjang, Inhil, Terpaksa Diliburkan
tribun pekanbaru
Kabut asap tebal nampak di perairan Kuala Getek, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil, Senin (9/9) sekitar pukul 08.00 WIB. 

tribunpekanbaru.com - Murid Sekolah Dasar (SD) 016 Sialang Panjang Tembilahan Hulu, terpaksa dipulangkan karena kabut asap tebal mulai menyelimuti Tembilahan dan sekitarnya, Senin (9/9) pagi.

Asap yang pekat membuat aktivitas di sekolah tersebut tidak mungkin dilanjutkan karena dinilai sangat membahayakan. Terlebih lagi, lokasi sekolah berdekatan dengan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang dipadamkan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Inhil.

Kordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Tembilahan Hulu Dinas Pendidikan Inhil, Kadarina, menuturkan, Kepala Sekolah SDN 016 Sialang Panjang telah mengonfirmasi meliburkan anak didiknya akibat asap di lokasi tersebut.

“Cuma satu sekolah yang konfirmasi. Anak-anak sudah masuk dan disampaikan ke dinas dipulangkan saja karena melihat situasi. Takut juga menjalar ke mana-mana apinya kan,” ujar Iren, sapaan akrabnya.

Dikatakan, berdasarkan info Kepala SDN 016 Sialang Panjang, hingga Senin pagi masih terjadi karhutla di Desa Sialang Panjang, sehingga asap sampai masuk ke dalam kelas.

“Kepala sekolah nelepon ada kebakaran di situ. Ramai tadi orang dari BPBD, pagi sekitar jam 8. Karena SDN 016 dekat lokasi, masuk dalam lokal asapnya, tidak memungkinkan, dekat betul dengan lokasi,” ujarnya.

Meskipun banyak sekolah lain tidak memulangkan anak didiknya, namun sekolah diimbau tidak melakukan kegiatan di luar ruangan, khususnya pada pagi hari saat asap sangat pekat.

“Sekolah lain tidak ada konfirmasi. Dari pagi kan pekat tapi berangsur ke siang mulai cerah. Kegiatan di dalam ruangan saja, seperti upacara tidak ada. Instruksi dinas kalau tidak memungkinkan bisa libur, yang lain memang tidak libur tapi tetap di ruangan saja,” terangnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil memang telah menginstruksikan sekolah untuk meliburkan siswa bila kabut asap sudah dianggap membahayakan siswa.

Kepala Disdik Inhil, Rudiansyah, menuturkan, pihaknya telah mengirim surat kepada Kepala SD dan SMP agar meliburkan sekolah bila asap diperkirakan membahayakan siswa.

Menurutnya, instruksi ini bersifat situasional saja, artinya kalau dianggap tidak membahayakan tetap sekolah, dan sebaliknya.

“Libur tapi tetap memberi PR bagi siswa. Takutnya libur siswa malah banyak bermain di luar rumah. Untuk Sialang maupun Pekan Kamis, kalau asap pekat dapat libur karena dekat dengan sumber api,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil cukup kewalahan memadamkan karhutla di Desa Sialang Panjang, Tembilahan Hulu, Inhil.

Hingga Minggu (8/9) malam lalu, TRC masih berjibaku memadamkan api dan mencegah agar tidak melebar ke pemukiman masyarakat. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, Yuspik, menuturkan, TRC siaga di lokasi untuk mencegah api merembet ke pemukiman dan sekolah di sekitar TKP. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved