Jelang Operasi Pengangkatan Gelambir Kulit, Aria Permana Tidak Takut, Malah Tertawa

Masih ingat Aria Permana (13), bocah gendut yang dulu sempat viral dengan bobot badannya, kini sudah remaja.

Jelang Operasi Pengangkatan Gelambir Kulit, Aria Permana Tidak Takut, Malah Tertawa
TribunJakarta.com/Y Gustaman
Aria Permana, didampingi ibunya, memperlihatkan bekas operasi pascapengangkatan gelambir kulit di lengan bawah dan atas saat ditemui di rumahnya, Karawang, Sabtu (7/9/2019). 

Jelang Operasi Pengangkatan Gelambir Kulit, Aria Permana Tidak Takut, Malah Tertawa

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masih ingat Aria Permana (13), bocah gendut yang dulu sempat viral dengan bobot badannya, kini sudah remaja.

Sebulan telah lewat sejak Aria Permana (13), yang pernah berbobot 192 kilogram itu, menjalani operasi pengangkatan lemak.

Bocah yang beranjak remaja asal Karawang itu menjalani operasi tahap pertama pengangkatan gelambir kulit di tubuhnya, Rabu (24/7/2019).

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menerjunkan tim dokter dari departemen bedah plastik, dokter anak, gizi, rehab medik dan psikiatri untuk mengoperasi Aria Permana.

//

Ada sedikit cerita diungkap Ade Somantri menjelang putra bungsunya naik ke meja operasi selama empat jam di RSHS Bandung.

"Biasanya orang takut mau dioperasi, tapi Aria malah santai dan tertawa," ujar Ade kepada TribunJakarta.com di rumahnya, Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019).

Aria Permana memperlihatkan bekas operasi pascapengangkatan gelambir kulit di lengan bawah dan atas saat ditemui di rumahnya, Karawang, Sabtu (7/9/2019)
Aria Permana memperlihatkan bekas operasi pascapengangkatan gelambir kulit di lengan bawah dan atas saat ditemui di rumahnya, Karawang, Sabtu (7/9/2019) (TribunJakarta.com/Y Gustaman)
//

Sebelum operasi, kondisi Aria Permana mendapat perhatian tim dokter dari seluruh departemen, sebelum dipastikan siap dioperasi.

Sejumlah foto yang Ade kirimkan, memperlihatkan Aria begitu santai di ranjang rumah sakit sambil main gim online beberapa hari sebelum operasi.

Seolah-olah, bocah yang begitu mengidolakan klub papan atas Liga Inggris, Liverpool itu, tak akan menjalani operasi.

Operasi tahap pertama Aria berjalan lancar. Tapi gelambir kulit yang diangkat baru di sekitar lengan kiri dan kanannya saja.

Menurut Ade, jelang operasi bukan Aria yang tertekan tapi ibunya, Rohayah.

"Istri saya yang khawatir saat Aria mau operasi. Malah, saat ditanya dokter takut apa enggak, Aria ketawa-tawa," ungkap Ade.

Di ruang operasi, Aria menuruti apa saja yang dokter perintahkan, seperti memakai sendiri baju operasi.

"Dokter sampai heran melihat Aria tenang mau dioperasi. Dan anaknya memang yang mau sendiri operasi," kata Ade.

Bahkan, masih kata Ade, Aria sempat berseloroh ingin ke Bandung sendirian untuk menjalani rawat jalan.

"Jadi memang Aria ini mau sembuh dan tidak lagi gemuk," sambung Ade.

Aria Permana sedang santai di ranjang Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Senin (22/7/2019). Sebelum menjalani operasi pada lusa atau Rabu (24/7/2019), tim dokter dan psikolog intensif memeriksa kondisinya.
Aria Permana sedang santai di ranjang Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Senin (22/7/2019). Sebelum menjalani operasi pada lusa atau Rabu (24/7/2019), tim dokter dan psikolog intensif memeriksa kondisinya. (Dokumentasi keluarga Aria Permana)

Sementara itu, Aria mengaku tak merasa kesulitan lagi bergerak setelah gelambir kulit seberat 1 kilogram diangkat dari sekitar lengan kiri dan kanannya.

"Sekarang agak ringanan," ucap Aria pendek sambil memperlihatkan bekas jahitan di lengan kanan dan kirinya.

Agar lengannya proporsional, Aria pun harus menggunakan kaus panjang khusus untuk mengencangkan lengannya.

Untuk menghilangkan sisa lemak di lengan, Aria mulai membiasakan diri bermain basket sehingga ototnya terbentuk.

"Di sekolah lebih sering main basket sekarang. Biar lengan atasnya membentuk," sambung Aria yang kini senang membuat konten YouTube.

Anjuran dokter

Ade menjelaskan tiga dokter menangani tangan kanan sementara tiga lainnya menangani tangan kiri Aria.

Ketua tim bedah plastik, dr Hardisiswo Soedjana menjelaskan lemak di lengan atas dan bawah Aria yang berlebihan dibuang sehingga harus lewat operasi.

Namun, di antara lemak dan kulit terdapat jaringan-jaringan penting seperti saraf, otot, dan pembuluh darah.

"Sehingga mengharuskan kami amat sangat berhati-hati melakukan tindakan," ucap Hardi dalam konferensi pers pascaoperasi di RSHS, Jalan Pasteur, Rabu (24/7/2019).

Untuk membuang lemak, tim dokter menyesuaikan dengan batas tertentu.

Ini dilakukan agar saluran di lapisan kulit tidak habis dan bagian tubuh tidak membengkak setelah operasi.

Dari operasi tersebut, Aria Permana mendapat 40 sentimeter jahitan menggunakan teknik khusus.

Jahitan tersebut memanjang dari lengan bawah hingga pergelangan tangan.

Setelah Aria pulang ke rumah, tim dokter tetap terus mengobservasinya.

Hingga tidak ada lagi sisa luka jahitan yang masih terbuka atau basah.

Operasi berikutnya harus dijalani Aria, berupa pengangkatan gelambir lemak di kaki dan dada.

Tim dokter memprediksi, operasi tahap dua baru bisa 3-6 bulan ke depan namun tergantung kondisi fisik Aria.

Operasi kedua berfokus pada dada dan melanjutkan pengangkatan sisa gumpalan di lengan atas.

"Operasi bedah plastik tahap kedua nanti yaitu di bagian payudaya."

"Kami akan membuang lemak-lemak yang berlebihan di bagian area tersebut."

Tim dokter akan merancang agar dada Aria dapat menyerupai dada seorang laki-laki.

"Kondisi saat ini sangat bergelambir dan tidak baik dari aspek estetika," imbuhnya.(*)

------

Jelang Operasi Pengangkatan Gelambir Kulit, Aria Permana Tidak Takut, Malah Tertawa

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bukannya Takut Aria Permana Bocah Obesitas Tertawa Jelang Operasi, Dokter Pun Heran, https://jakarta.tribunnews.com/2019/09/08/bukannya-takut-aria-permana-bocah-obesitas-tertawa-jelang-operasi-dokter-punheran?page=all.

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved