Berita Riau

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah Memutih Tertutup Kabut Asap

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak Sri Indrapura tampak menghilang dari jarak 2 kilometer, Senin (9/9/2019).

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah Memutih Tertutup Kabut Asap
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Jembatan megah TASL Siak tidak terlihat jelas dari jarak kurang lebih 1 Km akibat kabut asap, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak Sri Indrapura tampak menghilang dari jarak 2 kilometer, Senin (9/9/2019).

Dari titik pantau view jembatan di belakang SMAN 1 Siak, menara dan kabel jembatan yang biasanya terlihat menawan kini tampak sabak.

Jembatan TASL merupakan ikon Siak Sri Indrapura dan menjadi urat nadi bagi perkembangan kabupaten itu. Jembatan megah ini menghubungkan wilayah bagian Siak dan Mempura. Panjangnya mencapai 1.196 meter lebar 16,95 meter. Pada sisi kanan dan kiri ada trotoar selebar 2,25 meter.

Ketinggian jembatan ini mencapai 23 meter di atas permukaan air Sungai Siak dan mampu menanggung beban seberat 28 ton.

Di atas jembatan berdiri dua menara masing-masing setinggi 80 meter dengan ukuran 10x5 m².

Awalnya di atas menara ini direncanakan untuk diorama teater dan rumah makan, yang dilengkapi dengan dua unit lift untuk menuju puncak menara.

Jembatan yang dirancang bisa bertahan hingga usia lebih dari 100 tahun itu dibangun melalui sistem cable stayed, dengan konstruksi modern. Jembatan ini diresmikan oleh Presisen Soesilo Bambang Yudhoyono pada 11 Agustus 2017 silam. Pembangunan jembatan yang dimulai pada 2002 ini menelan biaya Rp 277,65 miliar.

Biasanya wisatawan menikmati pemandangan sungai berlatar jembatan ini dari pinggiran Sungai Siak, Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Di tepian itu berjejer beragam jenis usaha kuliner, yang memang memang mengambil sungai Siak dan Jembatan TASL sebagai view-nya. Bahkan, Pemkab Siak membangun lokasi pantau untuk menjepret jembatan dari arah tepian itu.

Saat ini, wisatawan tidak lagi dapat menikmati pemandangan sungai dengan latar jembatan yang megah. Sebab, kabut asap sangat pekat yang membatasi jarak pandang.

Dua menara jembatan yang menjulang tertimpuk kabut asap yang tidak dapat dilihat dari kejauhan. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved