Kabut Asap Bikin Udara Dumai Tidak Sehat, BPBD Sebut Kiriman dari Bukit Kerikil, Bengkalis

Udara di Kota Dumai sudah masuk kategori tidak sehat. Warga pun diminta mengenakan masker bila beraktifitas di luar ruangan.

Kabut Asap Bikin Udara Dumai Tidak Sehat, BPBD Sebut Kiriman dari Bukit Kerikil, Bengkalis
tribun pekanbaru
Kabut asap menyelimuti Dumai beberapa waktu lalu 

tribunpekanbaru.com - Kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berimbas pada kualitas udara Kota Dumai.

Dari data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indeks standar pencemaran udara (ISPU) Kota Dumai masuk dalam kategori tidak sehat, atau satu level di bawah kategori Sangat Tidak Sehat.

BPBD Kota Dumai, Afri Lagan mengungkapkan, kabut asap yang menyelimuti Dumai seminggu belakangan diduga kiriman dari Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis, ditambah dari Dumai yang terpantau punya satu titik asap.

"Untuk Dumai ada satu titik terpantau di Gurun Panjang. Tapi lebih dominan kiriman dari Bukit Kerikil yang masih banyak titik asapnya," katanya Senin (9/9).

Menurutnya, untuk titik karhutla di Gurun Panjang saat ini masih tahap pendinginan, dan tim masih di lapangan agar karhutla tidak meluas.

"Lahan terbakar sekitar 6 sampai 8 hektare, saat ini tim masih terus melakukan pendinginan sekaligus memantau titik rawan karhutla dengan patroli," terangnya.

Sugeng, warga Kecamatan Dumai Barat, mengaku kabut asap saat ini sudah mengkhawatirkan bagi anak-anak, terlebih di pagi hari.

"Tadi pagi (kemarin) pergi ke kantor, Masya Allah, asapnya sudah tebal, kalau anak memang sudah mulai libur bang, semoga kabut asap segera hilang," harapnya.

Jika sebulan ke depan asap tak kunjung hilang, dia mengaku tak tahu harus ke mana untuk menjaga kesehatan anak-anaknya.

"Ya mudah mudahan hujan turun lah supaya asap hilang, kan jadi gak was-was lagi," tuturnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved