Sakit Tiba, Calon Suami Menghilang, Maya Terbaring di Rumah Sakit dan Butuh Bantuan Dermawan

Warga Inhil terbaring di rumah sakit karena menderita sakit gagal ginjal. Penyakit itu membuat rencananya menikah pupus.

Sakit Tiba, Calon Suami Menghilang, Maya Terbaring di Rumah Sakit dan Butuh Bantuan Dermawan
tribun pekanbaru
Maya Sari (24), terbaring di ruangan interne (Penyakit Dalam) RSUD Puri Husada Tembilahan. Maya kini butuh bantuan dermawan untuk membantu pengobatannya. 

tribunpekanbaru.com - Maya Sari (24) pasrah setelah cita–citanya untuk membina rumah tangga bersama pria idaman, kandas akibat penyakit.

Perempuan yang biasa disapa Maya ini didiagnosa mengidap gagal ginjal, sehingga tubuhnya kurus dan tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur untuk mendapatkan pengobatan.

Saat berusaha melawan penyakit yang menimpa, Maya juga harus menelan pil pahit karena calon suami ikut menghilang. Padahal Maya yang sudah pulang bekerja di Guntung, Kecamatan Kateman, sudah menjadwalkan menikah sebelum akhirnya jatuh sakit.

Kini Maya terbaring lemah dan tak berdaya di ranjang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, ditemani keluarganya. Didampingi Nurhayati, bidan dari Puskesmas Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Maya akhirnya dirujuk ke RSUD PH Tembilahan pada Sabtu (7/9) lalu.

Maya Sari yang beralamat di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah ini, sebenarnya sudah lama mengalami sakit di rumah. Namun karena keterbatasan biaya, minim pengetahuan, dan telat informasi, Maya lambat dirujuk ke RSUD PH Tembilahan.

“Maya ini sudah lama sakit. Faktor biaya membuat orangtuanya lambat membawa ke fasilitas kesehatan. Pasien ini terkendala biaya karena BPJS belum selesai dibuat,” ujar Nurhayati, saat mendampingi Maya di ruangan interne (Penyakit Dalam).

Saat ini, anak semata wayang dari pasangan Rusdianto dan Rusmini ini menghadapi kondisi kekurangan biaya. Segala upaya sudah dilakukan keluarga agar mendapatkan pengobatan, mulai dari mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) hingga berkoordinasi dengan Komunitas Donor Darah Inhil (KDDI).

“SKTM sedang diurus teman di desa. Kami sudah hubungi KDDI untuk minta bantuan kepengurusan BPJS dan lainnya, untuk dapat meringankan beban keluarga Maya Sari,” ungkap Nurhayati.

KDDI sendiri mengaku saat ini tengah melengkapi persyaratan administrasi bagi Maya. “Jika SKTM beserta fotokopi Kartu Keluarga dan e-KTP sudah ada, kita langsung akan coba buatkan BPJS, dan selanjutnya teman-teman KDDI yang lain akan bergerak mencarikan dana tambahan yang biasa bisa didapatkan di Dinas dan di Baznas," ucap anggota KDDI, Aay.

Menurut Mami Aay, sapaan akrabnya, KDDI juga membuka Dompet Peduli buat Maya Sari melalui rekening KDDI. “Atas bantuannya kami dari KDDI sekaligus mewakili keluarga mengucapkan terimakasih,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, bisa menyalurkan bantuan ke rekening KDDI cabang Tembilahan nomor 1904201375. Jika sudah transaksi silahkan konfirmasi ke nomor HP +628127659781 atau +6282179913846. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved