Waspada & Kenali Cara Perekrutan PSK di Karimun, Kepulauan Riau: Rata-rata Masih Belia

Wakil Direktur Ditresktimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto mengatakan, mereka direkrut dan dipasarkan melalui beberapa jejaring media sosial

Waspada & Kenali Cara Perekrutan PSK di Karimun, Kepulauan Riau: Rata-rata Masih Belia
NET
ILUSTRASI : Pekerja Seks Komersial 

Waspada & Kenali Cara Perekrutan PSK di Karimun, Kepulauan Riau: Rata-rata Masih Belia

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aparat Subdit V PPA Ditreskrimum Polda Kepri menemukan, jumlah gadis yang dijual dalam kasus prostitusi online di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, bertambah menjadi 31 orang.

Wakil Direktur Ditresktimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto mengatakan, mereka direkrut dan dipasarkan melalui beberapa jejaring media sosial, di antaranya Beetalk, Line, Wechat, Michat, Facebook hingga media sosial lainnya.

"Ke 31 wanita yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK) ini dipasarkan melalui jejaring sosial," kata Ari Darmanto di Mapolda Kepri, Senin (9/9/2019).

Para korban terdiri dari 15 wanita berasal dari Bandung, 4 orang dari Jakarta, 2 orang dari Bogor, 2 orang dari Garut, 2 orang dari Brebes, 2 orang dari Purbalingga, 2 orang dari Lampung, 1 orang dari Palembang dan 1 orang wanita lagi dari Medan.

"Mereka rata-rata berusia 21 tahun. Bahkan ada yang berusia 16 tahun, masih di bawah umur," jelas Ari.

Baca: FULL ALBUM - Download Lagu DJ Remix Terbaru 2019 (VIDEO)

Baca: Kabut Asap di Riau, Asap Masuk Ruangan Kelas, Murid SDN Terpaksa Diliburkan, Orangtua Liburkan Anak

Baca: Niat Puasa Asyura 10 Muharram, Apa Saja Keutamaan Puasa Bulan Muharram? (VIDEO)

Mereka "dijual" mulai dari Rp 600.000 hingga Rp 2 juta per malam.

Namun uang yang diberikan kepada para wanita itu hanya 50 persen.

Sisanya diambil pihak pengelola atau mucikari.

Uangnya pun dibayarkan ke para wanita itu setiap 6 bulan sekali.

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved