Harga TBS Sawit Riau Turun 4,79 Persen

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau saat ini mengalami penurunan. Untuk periode 4-10 September 2019 untuk kelompok umur 10 - 20 tahun m

Harga TBS Sawit Riau Turun 4,79 Persen
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Truk pengangkut TBS Sawit. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau saat ini mengalami penurunan. Untuk periode 4-10 September 2019 untuk kelompok umur 10 - 20 tahun mengalami penurunan tertinggi sebesar Rp 74,09 per kilogram (Kg).

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan harga TBS kelapa sawit penetapan ke 35 bulan September 2019 ini mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar pada kelompok umur 10 - 20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 70,09 per kilogram atau mencapai 4,74 persen dari harga minggu lalu.

Atas penurunan itu maka harga TBS kelapa sawit saat ini menjadi Rp 1.490,44 per kilogram. "Penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Tengku Neni.

Faktor internal penurunan harga TBS periode ini jelas Tengku Neni, sangat dipengaruhi oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 203,95 per kilogram, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 193,30 per kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 632,63 perkilogram," ucapnya.

Kemudian, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 328,39 per kilogram, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 210,40 per kilogram dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel tambahnya, Sinar Mas Group mengalami penurunan sebesar Rp 241,16 per kilogram, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 215,00 per kilogram, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 212,37 per kilogram dari harga minggu lalu.

Sementara itu Faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan harga TBS periode ini kata Tengku Neni lagi adalah diakibatkan kebijakan India sebagai salah satu importir terbesar CPO yang menaikkan pajak atas minyak sawit olahan Malaysia dari sebelumnya 45 persen menjadi 50 persen selama enam bulan.

"India melakukan ini untuk melindungi produksi produsen lokal yang saat ini hanya mengoperasikan kurang dari sepertiga kapasitas produksinya," ungkap Tengku Neni. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved