Berita Riau

Sepekan Empat Heli Waterbombing di Riau Tidak Beroperasi, Terkendala Perpanjangan Izin

BNPB Riau belum bisa memastikan kapan empat unit helikopter yang izin perpanjangan operasinya sudah habis bisa beroperasi kembali.

Sepekan Empat Heli Waterbombing di Riau Tidak Beroperasi, Terkendala Perpanjangan Izin
tribun pekanbaru
ILUSTRASI - Helikopter bom air mulai dikerahkan untuk turut memadamkan karhutla di wilayah Kabupaten Inhil. 

Sepekan Empat Heli Waterbombing di Riau Tidak Beroperasi, Terkendala Perpanjangan Izin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Riau belum bisa memastikan kapan empat unit helikopter yang izin perpanjangan operasinya sudah habis bisa beroperasi kembali.

Sebab untuk mengurus izin perpanjangan operasi heli yang beroperasi di wilayah strategis termasuk di wilayah Karhutla melibatbatkan banyak instasi dan kementrian.

"Sampai kapannya tergantung. Karena ada beberapa instansi yang harus dikoordinasikan seperti Mabes TNI dan Kemenhub," kata Tim Monitoring dan Evaluasi BNPB Riau, Marsekal Muda TNI (Purn) Abdul Muis, usai menghadiri rapat evaluasi penanganan Karhutla di Komplek Lanud Roesmin Nurjadin, Selasa (10/9/2019).

Baca: Parkir Sepeda Motor di Pekanbaru Cuma Rp 1000 Tapi Dipungut Lebih, Oknum Jukir Kena Sanksi

Baca: Mantan Presenter TV di Pekanbaru Ikut Tes Tertulis dan Wawancara Bakal Calon Penghulu Kampung Siak

Seperti diketahui, lebih kurang sepekan empat helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) tidak beroperasi.

Empat heli water bombing ini tidak bisa beroperasi karena masih menunggu perpanjangan izin operasi.

Kondisi ini membuat proses pemadaman kebakaran lahan di Riau semakin berat. Sebab saat ini Satgas Udara saat ini hanya mengandalkan dua helikopter untuk padamkan api yang sulit dijangkau oleh satgas darat.

Abdul Muis mengaku memang empat helikopter itu saat ini dalam proses pengurusan perizinan operasi, baik dari Panglima TNI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Karena empat helikopter itu yang beroperasi di wilayah-wilayah strategis. Sehingga ketika membutuhkan perpanjangan kita siapkan administrasinya," katanya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Riau H Edwar Sanger mengatakan, untuk masalah perpanjangan izin operasi helikopter tidak ada persoalan lagi, karena tengah diurus BNPB.

"Untuk perpanjangan izin operasi empat helikopter Insya Allah tidak ada persoalan. Tadi juga sudah kita sampaikan ke BNPB, tinggal nanti diurus izinnya," katanya.

Baca: Warga Pekanbaru Disiram Soda Api Sampai Alami Luka Bakar, Satu dari Dua Pelaku Berhasil Ditangkap

Baca: Jajaran Polda Riau Tetapkan 42 Tersangka Perorangan dan 1 Korporasi Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Edwar Sanger mengakui memang pihaknya dalam melakukan pemadaman kebakaran mengalami beberapa kendala, diantaranya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau satgas darat dan sulitnya sumber air.

Serta cuaca ekstrim, angin yang kencang, sumber air sedikit, dan juga lokasi kebakaran cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu lama.

"Sehingga kawan-kawan sedikit kesulitan padamkan api di sana, karena selain kita harus menggunakan mobil, pompong, dan juga jalan kaki yang cukup jauh. Satu jam saja kita baru sampai ke lokasi kebakaran, sudah berapa luas lahan yang terbakar. Lokasi kebakaran jauh dan medannya cukup jauh. Itu yang menjadi kendala kita kalau padamkan api lewat darat," katanya. (Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved