Pekanbaru

Udara Kategori Tidak Sehat, Dinkes Pekanbaru Imbau Masyarakat Kurang Aktivitas Luar Ruangan

Kualitas udara di Kota Pekanbaru Selasa sore mengalami penurunan. Bahkan memasuki kategori tidak sehat.

Udara Kategori Tidak Sehat, Dinkes Pekanbaru Imbau Masyarakat Kurang Aktivitas Luar Ruangan
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pasien yang akan berobat di Puskesmas Simpang Tiga, Pekanbaru memakai masker akibat kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Udara Kategori Tidak Sehat, Dinkes Pekanbaru Imbau Masyarakat Kurang Aktivitas Luar Ruangan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru Selasa (10/9/2019) sore mengalami penurunan. Bahkan memasuki kategori tidak sehat.

Kondisi ini pasca kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru selama lebih dari satu pekan.

Bahkan data Indeks Standar Pencamaran Udara (ISPU) mencapai angka 111.

Angka ini menunjukkan masuk dalam level kuning.

"Saat ini masuk dalam kategori tidak sehat, kami imbau untuk kurangi aktivitas di luar ruangan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Selasa petang.

Baca: Warga Pekanbaru Disiram Soda Api Sampai Alami Luka Bakar, Satu dari Dua Pelaku Berhasil Ditangkap

Baca: Jajaran Polda Riau Tetapkan 42 Tersangka Perorangan dan 1 Korporasi Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Baca: Parkir Sepeda Motor di Pekanbaru Cuma Rp 1000 Tapi Dipungut Lebih, Oknum Jukir Kena Sanksi

Baca: Mantan Presenter TV di Pekanbaru Ikut Tes Tertulis dan Wawancara Bakal Calon Penghulu Kampung Siak

Saat ini dinas berupaya terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan di puskesmas bagi pasian ISPA. Pihaknya menyediakan satu ruang khusus di setiap puskesmas bagi pasien yang terdampak kabut asap.

"Kami juga lakukan pencegahan dengan membagikan masker dan ajak masyarakat untuk PHBS," paparnya.

Amin mengingatkan agar upaya pencegahan fokus kepada anak-anak dan para lansia. Sedangkan anak-anak dengan riwayat asma juga harus jadi perhatian.

Amin juga imbau masyarakat untuk waspadai penyakit lainnya sebagai dampak bencana kabut asap. Seperti jantung, paru-paru hingga iritasi mata.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved