Karhutla

Bantu Padamkan Karhutla Riau, Pesawat Cassa TNI AU Semai Garam Besok Pagi, Upaya Hujan Buatan

Satu unit pesawat bantuan jenis Cassa milik TNI AU rencananya akan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (12/9/2019).

Bantu Padamkan Karhutla Riau, Pesawat Cassa TNI AU Semai Garam Besok Pagi, Upaya Hujan Buatan
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas sedang memasukan garam ke dalam pesawat Casa 212 sebelum pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk hujan buatan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (27/2/2019) lalu. 

Bantu Padamkan Karhutla Riau, Pesawat Cassa TNI AU Semai Garam Besok Pagi, Upaya Hujan Buatan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satu unit pesawat bantuan jenis Cassa milik TNI AU rencananya akan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (12/9/2019).

Pesawat ini akan dipakai dalam rangka penerapan skema Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Yaitu untuk memicu hujan buatan agar segera turun.

Karena kebakaran hutan dan lahan hampir di seluruh daerah di Provinsi Riau, saat ini semakin mengkhawatirkan.

Apalagi sudah beberapa waktu belakangan, hujan tidak turun di Bumi Lancang Kuning.

Untuk itu, pesawat Cassa ini akan diperbantukan untuk menyemai garam di udara.

Baca: Asap Tebal Diduga Kiriman dari Sumsel dan Jambi, Ini Kata Wagubri Edi Natar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memadamkan api Karhutla di Desa Kerumutan, Riau, Rabu (11/9/2019).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memadamkan api Karhutla di Desa Kerumutan, Riau, Rabu (11/9/2019). (FOTO/ISTIMEWA)

Baca: Titik Api Tepat di Samping Kilang Minyak, Kepala BNPB Padamkan Api Karhutla di Kerumutan, Riau

"Untuk daerah penyemaian belum tahu, tergantung potensi awan. Dimana pun daerahnya, itu akan kita semai. Selama itu bisa jatuh hujannya di daerah yang terbakar, atau paling tidak di daratan daerah Riau," ujar Kolonel Pnb Jajang Setiawan, selaku Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (11/9/2019).

Dia melanjutkan, target penyemaian garam sekitar 800 kilogram per sortie.

"Dalam sehari kurang lebih 2 sortie, jadi sekitar 1,6 ton sehari," sebutnya.

Penyemaian garam kata Jajang, akan mulai dilakukan esok hari (Kamis).

"Insya Allah kalau ada awan kita semai," tutur dia.

Jajang menambahkan, selain skema TMC, Satgas Udara Penanggulangan Bencana Kabut Asap, sudah berupaya melakukan pemadaman.

Dengan meluncurkan beberapa unit helikopter untuk water bombing ke titik api.

Selain itu, personel juga aktif melakukan patroli udara untuk pemantau titik api yang terdeteksi.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved