Berita Riau

Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Ancam Masyarakat, Ini Kata Dewan Baru Dilantik

Terkait keberangkatan Gubernur Riau yang juga sebagai komandan Satgas Karhutla Riau Syamsuar ke Thailand disaat bencana asap, ini kata M Adil.

Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Ancam Masyarakat, Ini Kata Dewan Baru Dilantik
Istimewa
Muhammad Adil 

Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Ancam Masyarakat, Ini Kata Dewan Baru Dilantik

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau yang baru dilantik pekan lalu menyayangkan bencana asap masih terjadi dan mengancam kesehatan masyarakat.

Padahal ini seharusnya bisa dilakukan upaya antisipasi karena sudah menjadi kejadian yang rutinitas di Riau.

Hal ini dikatakan anggota DPRD Riau dari Meranti Muhammad Adil, menurutnya pemerintah masih lambat dalam bergerak melakukan antisipasi dan pencegahan sebelum karhutla.

Baca: BREAKING NEWS: Rabu Pagi Tercatat 1.211 Titik Panas di Sumatera, 258 di Riau

Baca: LAM Minta Presiden Jokowi Turun ke Riau Atasi Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Terkait keberangkatan Gubernur Riau yang juga sebagai komandan Satgas Karhutla Riau Syamsuar ke Thailand disaat bencana asap di Riau makin parah, menurut Adil tidak masalah selagi anggotanya bekerja maksimal.

"Tidak menjadi masalah kalau soal keberangkatan. Namun Pak Gubernur itu punya Wagub dan Kadis. Meskipun berangkat namun harus jalan," ujar Adil kepada Tribunpekanbaru.com.

Cuma yang menjadi masalahnya itu kata Adil pemerintah masih lambat bergerak, dan masih terlalu berharap dengan pusat, padahal ini menyangkut nyawa orang.

"Seharusnya bekerja cepat. Jangan harap pusat dulu turun yang punya warga kan kita daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota," ujarnya.

Baca: Kepala BNPB Letjen Doni Monardo Dijadwalkan Tinjau Kebakaran Hutan Lahan di Pelalawan Riau Pagi Ini

Padahal lanjut Adil yang juga politisi PKB ini bencana karhutla ini sudah menjadi pekerjaan rutin setiap tahun bagi daerah di Riau. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak siap.

"Tidak perlu diberi tahu lagi, ini sudah kebiasaan dan sudah paham sekua di daerah apa langkah yang harus dilakukan,"jelas Adil. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved