BJ Habibie Wafat

KENANGAN BJ Habibie di Riau Sebelum Meninggal, Diungkap Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen

Kenangan BJ Habibie di Riau sebelum meninggal, kenangan Presiden Ri Ketiga itu diungkap Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen

KENANGAN BJ Habibie di Riau Sebelum Meninggal, Diungkap Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
KENANGAN BJ Habibie di Riau Sebelum Meninggal, Diungkap Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen 

Dalam penyajiannya, mie sagu biasa ditambahkan dengan sayur toge, daun bawang dan sawi, namun bisa juga ditambahkan dengan sayur lain sesuai selera.

Pedagang menyebutnya kwetiau sagu, atau lebih dikenal sebagai mie sagu bagi kebanyakan masyarakat di Riau maupun Kepulauan Riau.

Sajian berbahan sagu ini memang khas Melayu dan bisa ditemukan di dua provinsi ini.

Tak mengherankan, sejumlah kedai kopi pasti memiliki menu mie sagu.

Terutama di Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penghasil sagu di Provinsi Riau.

Mie Sagu, makanan khas Riau, tengah dimasak di Kedai Kopi Yong Bengkalis, Pekanbaru, Jumat (28/9/2018). 
Mie Sagu, makanan khas Riau, tengah dimasak di Kedai Kopi Yong Bengkalis, Pekanbaru, Jumat (28/9/2018).  (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Mie sagu adalah kuliner selingan makanan khas masyarakat di Riau khususnya masyarakat Selat panjang, di Pulau Tebing Tinggi dan sekitarnya, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Mie Sagu sudah ada dan menjadi panganan yang diminati masyarakat tempatan sejak zaman nenek moyang sampai dengan hari ini.

Mie sagu dibuat dari tepung sagu yang diolah dari batang pohon sagu, yang banyak tumbuh di daerah ini baik secara liar maupun dibudidayakan pada perkebunan rakyat.

Ciri khas dari mie sagu buatan masyarakat Selatpanjang dan sekitarnya, terletak pada adanya tambahan ikan bilis (teri), tauge dan potongan daun kucai.

Mie sagu memiliki kenyalan yang berbeda dari mie-mie yang berbahan dasar terigu.

Mie sagu ini memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah dan terbukti mampu menurunkan gula darah.

Sehingga sangat baik disantap setiap hari khususnya bagi mereka yang diet atau menderita diabetes.

Adapun bahan bahan yang digunakan untuk membuat mie dari Selat Panjang ini, yaitu mie sagu, cabe merah giling, udang basah, toge, daun kucai, ikan teri goreng dan bawang merah.

Di Provinsi Riau ada 369 jenis kuliner berbahan sagu.

Pada tahun 2016 lalu pernah mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan olahan menu makanan dan minuman yang berbahan dasar sagu terbanyak di Indonesia.

Melalui piagam penghargaan bernomor 7668/MURI/X/2016, kuliner sagu Riau mengalahkan rekor MURI yang penah dipegang oleh Kota Ambon yakni sebanyak 308 makanan berbahan sagu pada tahun 2015 silam.

Mie Sagu, makanan khas Riau, tengah dimasak di Kedai Kopi Yong Bengkalis, Pekanbaru, Jumat (28/9/2018). 
Mie Sagu, makanan khas Riau, tengah dimasak di Kedai Kopi Yong Bengkalis, Pekanbaru, Jumat (28/9/2018).  (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Bahkan olahan mie sagu ini mendapat pujian dari mantan presiden RI BJ Habibie saat berkunjung menghadiri Harteknas 2018 di Kota Pekanbaru.

Dia menilai olahan sagu Riau sangat bagus dan tentunya memiliki potensi yang sangat besar dalam peningkatan ekonomi.

Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim juga mengakui saat disajikan sagu kepada Presiden RI ketiga tersebut dimakan dengan lahapnya.

"Beliau suka sagu pas di Bandara dimakannya dan dipujinya," ujar Wan Thamrin Hasyim.

Makanya saat kembali ke Jakarta menurut Wan Thamrin Hasyim pihaknya akan membawakan Habibie mie sagu dan lemang untuk dibawa pulang.

Dengan cita rasa mie sagu yang khas, rasanya akan kurang sempurna bila datang ke Riau tanpa mencicipi mie sagu ini.

Mala mengakui baginya Habibie menjadi idola selain memiliki kecerdasan yang luar biasa juga dikenal romantis.

"Saya ngefans banget sama pak Habibie, dia pintar dan romantis tentunya," ujar Mala.

Memang dari pantauan Tribun yang banyak berusaha meminta foto dan salaman dengan Habibie ini dari kalangan perempuan.

Makam Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie Berdampingan dengan Ainun Habibie

Makam Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie berdampingan dengan Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan.

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (11/9/2019).

Baca: Kasus Narkoba di Riau, Enam Personil Polisi Hendak Hadiri Majelis Taklim Pergoki Pengedar Narkotika

Baca: DPP Partai Demokrat Tetapkan Tengku Azwendi sebagai Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Mendampingi Hamdani

Baca: Puluhan Anak Imigran di Riau Sekolah Dibeberapa SD di Pekanbaru, Mulai Belajar Pertengahan September

Baca: Kemendagri Soroti Anggaran PERJALANAN DINAS Pemprov Riau, Gubri Syamsuar Diundang ke IMT GT Thailand

Baca: Karhutla di Riau Sebabkan Kabut Asap, Kepala BNPB RI Doni Monardo Perintahkan Danrem Tambah Pasukan

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Beliau meninggal dalam usia 83 tahun.

Dikutip dari Kompas.com, Beliau akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dengan nomor slot 120 atau 121 berdampingan dengan makam istri beliau Ainun Habibie.

Aiunun Habibie meninggal 9 tahun lalu, tepatnya tanggal 22 Mei 2010 di Klinikum Großhadern, Munchen, Jerman.

BJ Habibie sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat.

Diketahui, Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Keponakan Habibie, Rusli Habibie, menyebutkan bahwa seluruh keluarga dekat sudah dipanggil dan berkumpul di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

"Kondisinya seperti kemarin lagi. Semua keluarga sudah dipanggil terutama anak-anak beliau, sudah di tempat," ujar Rusli, saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto.

Baca: PDI Perjuangan Buka Penjaringan Cabup dan Cawabup Pilkada Riau 2020, Masrul Kasmi Pertama Mendaftar

Baca: Kabut Asap di Riau, Siswa di Pekanbaru Libur 2 Hari, Siswa di Inhu hingga Batas yang Tak Ditentukan

Baca: DAFTAR Harga TBS Kelapa Sawit Pekan Ini di Riau, Harga TBS di Riau Turun 4.79 Persen dari Pekan Lalu

"Baik Mas Ilham, Mas Thareq sudah ada. Kakak dan adiknya sudah lengkap. Keponakan dan anak cucu sudah dikumpulin tadi," kata Gubernur Gorontalo itu.

Rusli pun meminta semua rakyat Indonesia mendoakan kesehatan beliau.

“Tadi juga Pak Akbar Tandjung (mantan Ketua DPR) pimpin doa. Ada keluarga yang lagi mengaji. Keluarga sudah kumpul semua," kata dia.

Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

KENANGAN BJ Habibie di Riau Sebelum Meninggal, Diungkap Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved