Karhutla

Kualitas Udara di Dumai Masih Dalam Level Berbahaya, Dinkes Bagikan Ribuan Masker

Hingga saat ini Rabu (11/9/2019), kualitas udara yang ada di kota Dumai masih bertahan di level Berbahaya.

Kualitas Udara di Dumai Masih Dalam Level Berbahaya, Dinkes Bagikan Ribuan Masker
Foto/Istimewa
Pegawai PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai membagi-bagikan masker kepada warga, Senin (26/8/2019) lalu. Aksi ini dilakukan untuk mengurangi dampak dari Karlahut yang terjadi di sejumlah daerah. 

Kualitas Udara di Dumai Masih Dalam Level Berbahaya, Dinkes Bagikan Ribuan Masker

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAI- ‎ Hingga saat ini Rabu (11/9/2019), kualitas udara yang ada di kota Dumai masih bertahan di level Berbahaya.

Level ini berdampak pada berbagai aktivitas dan kesehatan manusia.

Kepala dinas kesehatan (Dinkes), H. Paisal, melalui kasi pelayanan kesehatan Primer, dr. Muhamad Havis mengakui, kondisi udara saat ini di kota Dumai ini memang kian memburuk, bahkan seminggu belakangan,

juga kondisi udara tidak sehat, dan hingga saat ini berada di level berbahaya sesuai data dari DLHK Provinsi Riau.

Ia menambahakan, hingga seminggu terakhir untuk mencegah terjadinya Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), pihaknya sudah membagikan kurang lebih 100 ribu masker, dan setiap harinya ‎rata-rata pihaknya membagikan 4-6 Ribu masker kepada masyarakat Kota Dumai.

"Belakangan ini memang kita lebih intens membagikan masker kepada masyarakat karena seminggu belakang memang kualitas udara di Dumai kian menurun, mulai di level Kurang sehat, tidak sehat, hingga di level berbahaya seperti saat ini," katanya.

Baca: 1.670 Orang Terjangkit ISPA, Karhutla di Jalan Manunggal Kampar, Riau Dekat Pemukiman Warga

Baca: BREAKING NEWS : Karhutla di Riau, Kabut Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Hotspot di Riau Ada 138 Titik

Baca: BREAKING NEWS : Hotspot di Riau Meningkat Drastis Capai 123 Titik, Karhutla di Riau Belum Berakhir

Havis menjelaskan, akibat kabut asap Kebakaran hutan dan lahan (Karlahut), ‎dan diperparah dengan cuaca kering, mengakibatkan ribuan masyarakat Dumai terserang ISPA.

Diakuinya, sesuai data yang perolehnya dari puskesmas sebanyak 3320 masyarakat yang terkena ISPA mulai dari 19 Agustus 2019 hingga 9 September 2019.

Dirinya menjelaskan, Tren nya meningkat seminggu belakangan, perharinya meningkat 20 sampai 40 persen, biasanya perharinya hanya sekitar 120 sampai 150 masyarakat yang terkena ISPA di Dumai.

Sebelumnya, menurut kadiskes Dumai, dr. Paisal pembagian masker ini merupakan upaya awal dalam rangka mencegah terjadinya ISPA, ‎karena penggunaan masker ini menjadi cara pertama.

Diakuinya, pembagian masker ini, tidak lah menjadi alat utama dalam menangkal terjadinya ISPA, untuk itulah, ISPA sendiri bisa dicegah dengan penggunaan masker dan lebih banyak meminum air putih, dan mengurangi aktifitas di luar murah.

Selanjutnya, tambah Paisal, masyarakat juga harus Rajin mencuci tangan secara teratur, seperti sebelum makan dan setelah beraktivitas di tempat umum.

Kemudian, Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata, agar dapat terlindung dari penyebaran virus dan bakteri.

"Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin terutama vitamin C. Nutrisi ini membantu meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, ‎ Hindari merokok, dan ‎ Ketika bersin, pastikan menutupnya dengan tisu atau tangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang bisa menular kepada orang lain," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Dony Kusuma Putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved