Patroli Cari Titik Panas, Koramil Pulau Burung Malah Temukan Karhutla di Desa Sokoi Pelalawan

Koramil Pulau Burung, Inhil, patroli mencari titik panas yang terpantau satelit. Namun mereka malah menemukan karhutla di Desa Sokoi, Pelalawan.

Patroli Cari Titik Panas, Koramil Pulau Burung Malah Temukan Karhutla di Desa Sokoi Pelalawan
tribun pekanbaru
Satgas Karhutla Inhil berjibaku memadamkan dan mendinginkan lahan yang dilanda karhutla di Kecamatan Tempuling dan Kempas, Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Koramil 11/Pulau Burung mencari keberadaan titik panas (hotspot) yang terpantau satelit di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Selasa (10/9) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam pencarian tersebut, tim yang terdiri 4 orang personel Koramil Pulau Burung, Perangkat Desa yang dipimpin Kepala Desa Sungai Danai, Mahdiah, dan beberapa masyarakat setempat, justru menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, atau lebih tepatnya di Desa Sokoi.

Lokasi pencarian dan pemantauan titik panas yaitu Desa Sungai Danai, memang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

Danramil Pulau Burung, Kapten (Inf) Ujang memperkirakan, luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare di lahan gambut yang diduga dimiliki tiga orang masyarakat Desa Sokoi. Tim pun langsung memadamkan api tersebut menggunakan peralatan yang dibawa seperti mesin pompa, ember, dan parang.

“Masyarakat membuka lahan untuk berkebun dengan cara membakar di Desa Sukoi. Tim Melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Namun hambatan yang dialami yaitu lokasi jauh dari sumber air,” tutur Kapten Ujang.

Menurutnya, selain melakukan pemadaman, upaya yang dilakukan antara lain mendata lahan yang masih mengeluarkan asap, dan mengumpulkan keterangan terkait penyebab karhutla tersebut.

“Masih kurang kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla. Kondisi terakhir apinya masih menyala. Selanjutnya pihak desa, Koramil 11/Pbr dan masyarakat tetap melakukan pemantauan terhadap titik yang masih ada, dan membuat batas agar api tidak merambat ke Desa Sungai Danai,” tambahnya.

Tempuling dan Kempas
Sementara itu, Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, Pemda (BPBD), Kepala Desa, Regu Damkar Swasta serta Masyarakat Peduli Api (MPA), masih terus berjibaku memadamkan api di wilayah Tempuling dan Kempas, Inhil.

Peralatan pemadaman seperti alat berat dan mesin pompa air turut dikerahkan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau.

Danramil 03/Tempuling, Kapten (Arh) Sugiyono menuturkan, tim Subsatgas Kodim 0314/Inhil bersama Polri, Manggala Agni, BPBD, dan MPA, masih melaksanakan pemadaman dengan mesin pompa air dan peralatan seadanya.

Sugiyono mengaku kesulitan melakukan pemadaman karena lahan terbakar merupakan lahan gambut. “Gambut yang saat ini terbakar cukup dalam, sehingga alat berat apabila masuk ke lokasi untuk penyekatan dikhawatirkan akan terperosok ke dalam gambut,” katanya.

Meski begitu, tim gabungan akan terus berupaya maksimal melaksanakan pemadaman dan terus memantau perkembangan di lokasi. “Sebagian lokasi kebakaran rata-rata apinya sudah padam. Sekarang Satgas melaksanakan proses pembasahan di lokasi yang terjangkau selang pompa air,” tambah Sugiyono.

Selain itu, beberapa personel TNI bersama unsur pemadam lain juga terus melakukan patroli dan penyelidikan, untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran di lahan di Tempuling dan Kempas tersebut. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved