Berita Riau

Pemkab Siak Riau Gelar Salat Istisqa di Depan Istana, Melawan Kabut Asap dengan Doa

Bupati Alfedri memerintahkan kepada para bawahannya untuk melaksanakan Salat Istisqa seusai Salat Asar di Lapangan Tugu, depan Istana Siak, Rabu.

Pemkab Siak Riau Gelar Salat Istisqa di Depan Istana, Melawan Kabut Asap dengan Doa
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Pemkab Siak menggelar Salat Istisqa Rabu (11/9/2019) di lapangan Tugu, depan Istana Siak. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Asap di Kabupaten Siak, Provinsi Riau semakin parah, jarak pandang diperkirakan 600 meter,Rabu (11/9/2019).

Bupati Siak Alfedri rencananya akan menggelar Salat Istisqa dan bermohon kepada Allah untuk menurunkan hujan pada Jumat besok.

Namun Gubernur Riau Syamsuar sebelum melawat ke Thailand menginstruksikan seluruh kabupaten/kota melaksanakan salat Istisqa, Rabu ini.

Akhirnya Alfedri memerintahkan kepada para bawahannya untuk melaksanakan Salat Istisqa seusai Salat Asar di Lapangan Tugu, depan Istana Siak.

Sedangkan rencana salat Istisqa pada Jumat mendatang juga tidak dibatalkan. Tujuannya doa-doa orang beriman di Kabupaten Siak dikabulkan Allah, sehingga turunlah hujan lebat.

"Ya, hari ini Salat Istisqa serentak se-Riau, kita di Siak melaksanakan ba’da Asar. Nanti Jumat juga kita laksanakan Salat Istisqa supaya asap tidak ada lagi dan Allah meridhoi turun hujan," kata Alfedri kepada wartawan.

Menurut dia, melaksanakan Salat Istisqa itu juga agar Balap Sepeda Tour de Siak tetap berlangsung lancar tanpa asap. Seban, iven tersebut akan digelar pada 18-22 September 2019 ini.

"Salat Istisqa ini salah satu cara kita untuk memohonkan turunnya hujan yang dapat menghalau kabut asap ini," kata dia.

Dia menyebut asap yang ada di Siak merupakan kiriman dari kabupaten lain di Riau maupun provinsi tetangga. Sebab belakangan ini tidak ada titik api di wilayah Siak.

Dalam salat tersebut hadir pemangku kepentingan Pemkab Siak, pimpinan organisasi perangkat daerah, ASN, dan pegawai honorer. Ada juga dari unsur TNI, kepolisian dan masyarakat. Namun tidak memenuhi lapangan tersebut. Shaf salat hanya beberapa saja yang terisi.

Pada kesempatan ini bertindak sebagai imam ustadz Muchtar Abdul Karim yang merupakan Imam Besar Masjid Islamic Center Siak. Sedangkan yang menjadi Khatib adalah Ustadz Abdul Ghofur.

Khatib mengatakan arti dari Salat Istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan dan hajatan tertentu.

Adapun tujuan dilaksanakan Salat Istisqa yaitu memohon diturunkan hujan agar cuaca bersih dan sehat kembali serta titik api yang masih hidup dapat padam.

Itu karena beberapa waktu yang lalu di daerah Kabupaten Siak secara khusus dan di Riau secara umum telah terjadi kebakaran lahan yang mengakibatkan asap di mana-mana. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved