Breaking News:

Akan Dikirim ke Malaysia, BC Dumai Gagalkan Penyelundupan Hampir 3.000 Ekor Belangkas

Hewan laut belangkas yang merupakan hewan dilindungi, disimpan dalam kotak fiber yang biasa dipakai untuk menyimpan ikan.

tribun pekanbaru
Petugas memperlihatkan belangkas yang akan diselundupkan ke Malaysia namun berhasil digagalkan. Jumlahnya hampir 3.000 ekor yang disimpan dalam kotak fiber. 

tribunpekanbaru.com - Bea dan Cukai (BC) Dumai menggagalkan upaya penyelundukan ribuan satwa dilindungi jenis belangkas. Pencegahan itu dilakukan di daerah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (3/9) pukul 18.30 WIB silam.

Kepala BC Dumai, Fuad Fauzi melalui Kasi PLI (Penyuluhan Layanan Informasi) BC Dumai, Gatot Kuncoro dalam konferensi pers di Kantor BC Dumai, Rabu (11/9) malam lalu pukul 19.00 WIB mengungkapkan, belangkas yang diamankan disimpan dalam 32 kotak dari bahan fiber.

"Di dalam 32 box fiber tersebut berisi 2.943 ekor belangkas jenis carcinoscorpius rotundicauda atau belangkas padi yang dalam keadaan mati," katanya.

Ia menambahkan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi masyarakat, bahwa akan ada kegiatan penyelundupan satwa yang dilindungi dari wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang akan dikirim ke wilayah Malaysia melalui pelabuhan di wilayah Panipahan.

Dipaparkan, atas informasi tersebut, pada tanggal 3 September 2019 tim BC Dumai melakukan patroli di perairan Panipahan, untuk melakukan pemeriksaan sarana pengangkut yang melakukan kegiatan ekspor.

Kemudian sekitar pukul 18.15 WIB, tim patroli KPPBC TMP B Dumai mendekati kapal KM Mitra Bahari Jaya-89 GT 98, yang sedang melakukan pemuatan fiber ikan di dermaga gudang Paikia, yang informasinya akan melakukan ekspor hasil laut ke Malaysia.

"Saat itu tim patroli beserta petugas hanggar KPPBC TMP B Dumai melakukan pemeriksaan muatan kapal tersebut, dengan cara membuka kotak fiber dan menemukan 32 box fiber yang berisi satwa yang dilindungi berupa belangkas," sebutnya.

Saat berhasil menemukan belangkas, tim langsung berkoordinasi dengan petugas Karantina Ikan dan BBKSDA Dumai, dan menyatakan bahwa belangkas xiphosura jenis cacinoscorplus rotundicauda atau belangkas padi termasuk satwa yang dilindungi dan tanpa dokumen.

Tak sampai di situ, menurut Gatot, tim juga melakukan pencarian terhadap pemilik 32 kotak fiber yang berisi satwa dilindungi tersebut. Namun kediaman yang diduga pemilik barang telah kosong.

Selanjutnya 32 kotak fiber yang berisi belangkas tersebut dibawa ke KPPBC TMP B Dumai untuk proses lebih lanjut.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved