Siak

STORY - Nasib Petani Tanjung Kuras Riau Semanis Buah Nanas Muris

Sejak 3 tahun terakhir, lahan pertanian warga Kampung Tanjung Kuras, Sungai Apit, Siak tidak tersentuh titik api, padahal dulu kewalahan.

STORY - Nasib Petani Tanjung Kuras Riau Semanis Buah Nanas Muris
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Seorang petani nanas di Tanjung Kuras mengecek buah nanasnya, Kamis (12/9/2019). 

STORY - Nasib Petani Tanjung Kuras Riau Semanis Buah Nanas Muris

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sejak 3 tahun terakhir, lahan pertanian warga Kampung Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak tidak tersentuh titik api.

Padahal sebelumnya, petani lokal di kampung itu sangat kewalahan menghadapi jalaran api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahun.

Di atas bekas areal terbakar pada 2016 silam, kini terhampar perkebunan nanas sejauh mata memandang.

Para petaninya tidak lagi kewalahan pada musim Karhutla semacam sekarang, karena lahan mereka terlindungi dari jalaran api Karhutla itu.

Mereka masih bisa panen setiap minggunya walau di daerah lain areal perkebunanya ludes terbakar.

Baca: STORY - Penghulu Kampung di Siak Kembangkan Perpustakaan Kampung untuk Pemberdayaan Masyarakat

Warga di Tanjung Kuras bisa memanen 25.000- 30.000 buah per minggu untuk 1 Ha kebun nanas.

Omzetnya diperkirakan mencapai Rp 50 -60 juta per minggu, dengan harga jual rata-rata Rp 2.000 per buah.

"Dulu kami was-was setiap musim kemarau tiba. Karena masih banyak lahan kosong dan bersemak serta kebun sawit. Setiap tahun terbakar," kata Penghulu Kampung Tanjung Kuras, Harissyah, Kamis (12/9/2019).

Terakhir Karhutla melanda kampung itu pada 2016 silam. Sebagian besar warga pemilik lahan bersepakat untuk menanami nanas secara massal.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved