Melempem Usai Masuk Istana, ICW Pertanyakan Suara Aktivis Anti Korupsi yang Dulu Kritis

Sejumlah aktivis yang dulu sering menyuarakan isu anti korupsi kini keberadaannya dipertanyakan.

Melempem Usai Masuk Istana, ICW Pertanyakan Suara Aktivis Anti Korupsi yang Dulu Kritis
TRIBUN NEWS / HERUDIN
Calon pimpinan KPK, Johan Budi Sapto Pribowo, mengikuti tes wawancara di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/8/2015). Sebanyak 19 capim KPK mengikuti seleksi tahap akhir, yang selanjutnya dipilih 8 nama yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. 

Melempem Usai Masuk Istana, ICW Pertanyakan Suara Aktivis Anti Korupsi yang Dulu Kritis

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejumlah aktivis yang dulu sering menyuarakan isu anti korupsi kini keberadaannya dipertanyakan.

Adalah Indonesia Corruption Watch yang menyindir aktivis-aktivis yang dulu kritis namun kini dianggap hilang suaranya setelah bergabung ke Istana.

Lewat akun Instagram mereka @sahabatICW, setidaknya ada 8 tokoh yang disindir oleh ICW.

Mereka yakni Teten Masduki, Koordinator Staff Khusus Presiden; Ifdhal Kasim, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden; Fadjroel Rachman, Komisaris Utama perusahaan BUMN PT Adhi Karya; dan Alexander Lay, Anggota Dewan Komisaris Pertamina.

Ada juga Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden; Andrinof Chaniago, Komisaris Utama Bank BRI; Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, serta Johan Budi; Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi.

Baca: Jadi Tersangka Kisruh Papua, Veronica Koman Lari ke Australia, Polisi Sebut Rekening Mencurigakan

//

ICW mengunggah gambar berupa poster yang menyatakan para aktivis itu hilang setelah terlalu dekat dengan Istana.

Khusus untuk Johan Budi yang kini sudah menjadi anggota DPR terpilih dari PDI-P, tertulis hilang sejak masuk perut banteng.

"Mohon bantuan teman-teman @kontras_update untuk menemukan para senior yang terhormat ini, karena mereka telah pergi tanpa pesan di tengah kegentingan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia," tulis akun ICW pada Kamis, (13/9/2019). @Kontras_update adalah akun instagram resmi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (KontraS).

Baca: Seratus Personel TNI Bantu Pemadaman Karhutla di Area Kilang Minyak di Dumai

Saat dimintai tanggapan terkait sindiran dai ICW, para eks aktivis di lingkar Istana itu irit berkomentar.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved