Warga Sagulung, Batam, Hadang Alat Berat, Protes Pembangunan Drainase Perumahan

Warga khawatir pembangunan drainase yang diarahkan ke kawasan pemukiman justru akan menjadi penyebab banjir.

Warga Sagulung, Batam, Hadang Alat Berat, Protes Pembangunan Drainase Perumahan
tribun batam
Warga perumahan Grya Batuaji Asri, menghadang alat berat yang mengerjakan proyek drainase dari sebuah perumahan menuju ke kawasan pemukiman warga, Jumat (13/9). 

tribunpekanbaru.com - Proyek drainase dari Perumahan Putri Hijau akhirnya dilanjutkan, setelah sebelumnya dihadang warga Grya Batuaji Asri. Warga saat itu menghentikan alat berat yang mengerjakan proyek drainase dari perumahan tersebut.

Peristiwa penghadangan alat berat oleh warga itu terjadi pada Jumat (13/9) pagi. Setelah dilakukan negosiasi yang melibatkan polisi dan Satpol PP, akhirnya pengerjaan drainase itu bisa dilanjutkan.

Warga Perumahan Grya Batuaji Asri, tepatnya Rw 16, 18, dan 20, meminta kepada Pemerintah Kota Batam, jika nanti kawasan itu mengalami banjir, agar meninjau kembali saluran drainase tersebut.

"Kita bukan menolak pembangunan. Kita hanya khawatir komplek kita akan menjadi langganan banjir," kata Rudi, Jumat (13/9).

Dia juga berharap, jika nanti terjadi banjir, pemerintah bisa mengkaji ulang pembangunan saluran drainase tersebut. "Ini kebetulan Rw kita sedang kerja, jadi biarlah nanti Rw yang bicara kepada kecamatan," kata Rudi.

Mengenai keluhan warga tersebut, Sekretaris Kecamatan Sagulung, Hardianus, yang berada di lokasi menjelaskan, pembangunan saluran drainase tersebut sudah dilakukan kajian oleh Dinas Bina Marga.

"Ini proyek pemerintah, tentunya sebelum melakukan pembangunan sudah terlebih dulu ada kajiannya," terang Hardianus.

Dia juga menambahkan, mengenai keluhan dan kekhawatiran warga akan dampak banjir, Pemerintah Kota Batam siap membantu warga.

"Pemerintah Kota Batam saat ini intens melakukan normalisasi. Jadi kalau ada banjir, sampaikan kepada kita. Kita akan turunkan alat berat," kata Hardianus.

Dia juga mengatakan, Dinas Bina Marga siap menurunkan alat berat untuk mengentaskan kebanjiran. "Intinya kalau nanti banjir, kita siap menerima laporan dan mencari solusinya," kata Hardianus.

Protes warga dilakukan karena saluran drainase yang dibangun tersebut diarahkan ke komplek mereka. Karena itu, warga pun menghadang alat berat yang mengerjakan proyek tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara warga dengan polisi dari Polsek Sagulung yang mengawal proyek tersebut.

Warga yang berkumpul meminta agar saluran drainase tersebut tidak diteruskan ke komplek mereka, karena dikhawatirkan justru akan menimbulkan banjir.

Polisi lantas berusaha memberikan masukan kepada warga, agar melakukan penolakan melalui rapat dengan pihak kecamatan dan lurah setempat. (rin/tribun batam)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved