Pekanbaru

Story - Ayat Cahyadi Terisak Saat Bacakan Doa Minta Turun Hujan Bersama Rumah Zakat Pekanbaru

Ratusan masyarakat Pekanbaru mengikuti shalat istisqo di Baterai R Batalyon Jalan Imam Munandar, Pekanbaru, yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat

Tribunpekanbaru/alex
Ratusan masyarakat Pekanbaru mengikuti shalat istisqo di Baterai R Batalyon Jalan Imam Munandar, Pekanbaru, yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat Pekanbaru, Sabtu (14/9/2019). 

Ayat Cahyadi Terisak Saat Bacakan Doa Minta Turun Hujan Bersama Rumah Zakat Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Ratusan masyarakat Pekanbaru mengikuti shalat istisqo di Baterai R Batalyon Jalan Imam Munandar, Pekanbaru, yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat Pekanbaru, Sabtu (14/9/2019).

Hampir seluruh peserta shalat istisqo mengenakkan masker, karena kondisi udara di kawasan Pekanbaru masih cukup banyak kabut asap. Adapun imam shalat adalah Ustadz Sahabir Siagin, khatib Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, dan kafiyat Ustadz Syahrul.

Seluruh peserta tampak melaksanakan shalat dengan khusyuk, dari awal hingga akhir, hingga saat mendengarkan tausyiah dan melaksanakan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.

Saat membacakan doa, suara Ayat Cahyadi terdengar merintih, dan khusyuk membacakan doa, agar Allah segera menurunkan hujan.

Ayat Cahyadi juga tak kuasa menahan tangisnya sambil berdoa, sambil terisak, ia terus meminta agar ujian yang dihadapi masyarakat Riau saat ini dapat segera berakhir. Para peserta juga tampak menangis sambil terus berdoa.

Dalam menyampaikan tausiyanya, Ayat Cahyadi mengatakan, upaya-upaya sudah dilakukan pihak pemerintah, dan berbagai pihak lainnya, serta masyarakat, untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan. Selanjutnya yang dilakukan adalah memohon kepada Allah SWT agar api segera padam.

"Yang penting saat ini kita memohon kepada Allah, agar Allah menurunkan hujan lebat di titik-titik api yang membakar hutan dan lahan," kata Ayat Cahyadi.

Ayat juga meminta agar masyarakat terus sabar menghadapi ujian ini, dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.

"Orang yang mendapatkan musibah, dikatakan Allah akan diberikan ujian berupa kelaparan, keluarga yang dicintai meninggal, kekurangan harta dan lainnya, mereka ucapkan Innalillahiwainnalilahirojiun, ia kembalikan kepada Allah," tuturnya.

Adanya oknum yang menyebarkan meme yang menyudutkan pemerintahan terkait kinerja dalam penanganan kabut asap, menurutnya hanya akan menambahkan masalah baru dan tidak akan menyelesaikan masalah.

"Penyebaran meme justru tidak akan menyelesaikan masalah. Justru bisa jadi Allah akan marah karena menambah masalah bagi mengambil kebijakan, ketika sedang berjuang," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat perbanyak istigfar dan mengadu kepada Allah menghadapi cobaan tersebut.

Baca: Tebar Garam di Langit Riau, Panglima TNI Akan Tambah Pesawat Termasuk Unit Hercules

Baca: Lahan 10 Perusahaan di Riau Disegel KLHK, Terindikasi Lalai Hingga Terjadi Kebakaran

Baca: Kabut Asap Buat Warga Singapura Sesak Napas, Jokowi Perintahkan Menteri LHK Hingga Kapolri Ke Riau

"Saat ini banyak masyarakat kita yang masuk rumah sakit, banyak yang mengungsi. Ini memang tidak mengenakkan, tapi mari kita tingkatkan kesabaran dan perbanyak istighfar. Selanjutnya adalah, perbanyak mengadu kepada Allah. Seperti kegiatan shalat istisqo yang kita laksanakan hari ini," ulasnya.

Melalui pelaksanakan shalat tersebut, Ayat mengajak warga untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT, dan memohon sebagai insan yang lemah, dan tidak berdaya ketika diberikan cobaan seperti kabut asap saat ini.

"Shalat istisqo banyak dilaksanakan, di kantor gubernur, dan sejumlah kawasan lainnya. Pemerintah sudah berusaha sekuat tenaga. Di sini kita sadari, betapa lemahnya kita, betapa dhoifnya kita. Karena itu, mari kita merendahkan diri kita di hadapan Allah SWT, kita mengadukan persoalan yang tengah kita hadapi saat ini," pungkasnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Pekanbaru, Budi Syahputra mengatakan, tujuan dilaksanakan sholat istisqo adalah karena melihat kondisi asap Pekanbaru sudah mencapai level berbahaya dan hal tersebut berdampak kepada aktivitas masyarakat menjadi terbatas.

"Kita berharap kepada masyarakat Kota Pekanbaru, dan Riau pada umumnya, agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengkomsumsi air putih agar tenggorokan tidak terasa kering saat berada di luar," imbuhnya.

Ia berharap, agar dilaksanakannya shalat tersebut, bisa segeralah turun hujan dan titik api segera padam secara keseluruhan, sehingga kabut asap segera hilang.

"Semoga dengan sholat istisqo ini, hujan segera turun di wilayah Riau, agar asap ini dapat hilang dari Riau, dan masyarakat kembali beraktivitas dengan normal," harapnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved