Karhutla

Kabut Asap Karhutla di Sumsel, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori berbahaya

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak hanya terjadi di Riau saja, di Sumatera, Karhutla juga melanda Sumatera selatan, dan Jambi.

TRIBUNSUMSEL/Abriansyah Liberto
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang berselimut kabut asap di Kawasan Plaju, Palembang, Kamis (12/9/2019). Kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk diakibatkan kebakaran hutan dan lahan. 

Kabut Asap Karhutla di Sumsel, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori berbahaya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak hanya terjadi di Riau saja, di Sumatera, Karhutla juga melanda Sumatera selatan, dan Jambi.

Di Sumsel, kondisi udara di Palembang semakin memburuk akibat kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan situs bmkg.go.id, PM 10 atau kualitas udara di Palembang sempat masuk ke level berbahaya pada pukul 00.00WIB sampai pukul 01.00WIB, Minggu (15/9/2019).

Baca: Live Streaming Persipura Jayapura vs Persela Lamongan, Sore Ini, Tonton Video Disini

Baca: Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Tiga Pesawat Semai Garam, Lakukan Modifikasi Cuaca

Baca: Laga Penting Sore Ini, Persija Jakarta vs PSIS Semarang Live TV Online Liga 1 2019

Nilai PM 10 menginjak ke angka 395.58 sampai 410.31 mikrogram per meter kubik.

Pada pukul 02.00 WIB sampai pukul 03.00WIB, PM 10 berada di angka 348.83 hingga 267.64 mikrogram per meter kubik dan turun ke level sangat tidak sehat.

Selanjutnya, PM 10 kembali menurun pada pukul 193.45 mikrogram per meter kubik dan berada di level tidak sehat.

Kemudian pada pukul 05.00WIB sampai pukul 10.00WIB PM10 kembali menurun ke level sedang dengan angka 144.61 sampai 56.77 mikrogram per meter kubik.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, 348 hotspot terpantau pada Sabtu (14/9/2019).

Dari total tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki jumlah hotspot terbanyak yakni 146 titik api.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved