Satu Keluarga Kompak Nyabu, Diciduk Polisi Saat Kumpul di Sebuah Rumah Kosong

Lima orang yang masih hubungan keluarga sangat dekat, kompak nyabu di sebuah rumah kosong. Mereka pun kompak masuk sel polisi.

Satu Keluarga Kompak Nyabu, Diciduk Polisi Saat Kumpul di Sebuah Rumah Kosong
tribun medan
Lima orang yang masih satu keluarga kompak nyabu bersama. Mereka pun diciduk saat berkumpul di sebuah rumah kosong yang biasa dijadikan tenmat transaksi. 

tribunpekanbaru.com - Satres Narkoba Polrestabes Medan, membekuk lima orang tersangka pengedar dan pengguna sabu. Namun berbeda dengan penangkapan sebelum-sebelumnya, kali ini petugas mengamankan lima orang pelaku yang berstatus satu keluarga.

Identitas para pelaku yang berhasil dihimpun Tribun Medan adalah Sartuni (55), Fadli (51) keduanya warga Jalan Masjid Taufiq, Kecamatan Medan Perjuangan. Selanjutnya Rahyani (36), Mulya Dewi (34), keduanya wanita warga Jalan Masjid Taufiq Gang Perwira, dan Andi Chaniago warga Jalan Masjid Taufiq Gang Serasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo didampingi Wakasat Narkoba Kompol Pardamean Hutahaean, membenarkan ada penangkapan terhadap para pelaku narkoba tersebut.

"Penangkapan ini merupakan tindaklanjut informasi masyarakat, yang mengatakan ada satu rumah kosong yang kerap dijadikan lapak transaksi narkoba," ujarnya, Minggu (15/9).

Menurut pria berkacamata ini, kelima pelaku masih punya hubungan kekeluargaan yang sangat erat. "Mereka ini sepupuan semua" katanya.

Disebutkan, setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju Jalan Masjid Taufiq. Sesampainya di lokasi, petugas memang melihat lapak tersebut dijadikan lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta tempat perjudian judi jackpot.

Petugas Satres Narkoba kemudian berkoordinasi dengan kepling setempat dan langsung menggerebek rumah yang menjadi target. Di dalam rumah tersebut polisi mengamankan tiga orang pria dan dua orang wanita yang sedang bermain judi jackpot, serta diduga juga menggunakan sabu.

"Dari tangan tersangka Sartuni dan Fadli disita satu set bong (alat isap), 5 buku tabungan dan 2 HP. Sementara dari tangan tersangka Mulya Dewi dan Rahyani, disita satu plastik klip berisi sabu seberat 0,15 gram dan 1 HP," katanya.

Raphael menambahkan, di lokasi yang sama petugas juga mengamankan Andi Chaniago yang sudah menjadi incaran polisi sejak beberapa waktu lalu. Saat digeledah, dari saku celana tersangka disita 2 plastik klip berisi sabu seberat 1,05 gram, 8 plastik klip kosong ukuran sedang, 3 plastik klip kosong ukuran kecil, dan 1 sendok dari sedotan plastik.

Kini ke lima terduga pelaku beserta barang bukti masih dilakukan proses pemeriksaan oleh petugas. "Dari hasil interogasi, tersangka Andi Chaniago mengaku membeli barang itu dari N (DPO) seharga Rp500 ribu dengan sistem cicilan," urainya.

Dalam keterangan kepada polisi, Andi Chaniago mengaku terlebih dulu membayar Rp200 ribu, dan kekurangan Rp300 ribu dicicil setelah barang bukti habis terjual. Seluruh terduga pelaku juga menjalani tes urine, dan hasilnya kelimanya positif menggunakan narkoba. (rin/tribun medan)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved