2.000 Bibit Mangrove dari Pertamina Dumai Ditanam di Pantai Guntung

Pertamina RU II Dumai bersama dengan LSM Pecinta Alam Bahari melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove di Kelurahan Guntung Kecamatan Medang Kampai

2.000 Bibit Mangrove dari Pertamina Dumai Ditanam di Pantai Guntung
Pertamina RU II Dumai
PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai bersama dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Pecinta Alam Bahari (PAB) Dumai melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove di Kelurahan Guntung Kecamatan Medang Kampai, Kamis (12/9). 

2.000 Bibit Mangrove dari Pertamina Dumai Ditanam di Pantai Guntung

Dumai – Sebagai salah satu wilayah yang terdapat di pesisir bagian timur Provinsi Riau, Dumai memiliki garis pantai sepanjang 135 KM yang membentang dari timur hingga barat. Maka tak heran jika kota ini menyimpan potensi wisata pesisir yang cukup banyak, seperti wisata hutan bakau ataupun pantai.

Namun demikian kondisi saat ini masih ada beberapa titik pantai di kota Dumai yang belum termaksimalkan sebagai wisata dan juga masih memiliki masalah alam terkait abrasi atau pengikisan tanah akibat pasang air laut. Melihat hal tersebut PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai bersama dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Pecinta Alam Bahari (PAB) Dumai melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove di Kelurahan Guntung Kecamatan Medang Kampai, Kamis (12/9).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR RU II Muslim Dharmawan mengungkapkan Pertamina senantiasa melakukan berbagai upaya pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan.

“Ini merupakan salah satu program TJSL kami di pilar Pertamina Hijau atau lingkungan, khususnya terkait penanggulangan abrasi pantai yang kerap terjadi di pesisir Kota Dumai, termasuk di Pantai Guntung,” imbuh Muslim.
Kondisi di Pantai Guntung saat ini, menurut Muslim, masih sedikit sekali terdapat pohon mangrove yang ditanam oleh masyarakat di tahun 2014-2015, sehingga abrasi di daerah tersebut masih cukup tinggi.

“Kedalaman air ketika pasang bisa mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa, sehingga kalau tidak segera dilakukan penanaman mangrove dari sekarang, mungkin 2 atau 3 tahun kedepan bisa semakin dalam lagi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa bibit mangrove yang ditanam dibeli dari LSM PAB atau kelompok pembibitan yang ada di Bandar Bakau Dumai.

“Usia bibit mangrove yang kami beli berusia 4 hingga 7 bulan atau dengan tinggi tanaman antara 40 hingga 70 cm.
Jenis mangrovenya adalah Avicenia Alba (Api-api Putih), Avicenia Rumhiana (Api-api Jambu), Rhizophora Mucronata (Bakau Merah), dan Rhizopora Apiculata (Belukap) yang dinilai sesuai dengan keadaan tanah di Guntung,” tutur Muslim.
Terkait pendampingan penanaman dan monitoring pemeliharaan, Muslim mengaku menggandeng LSM PAB yang merupakan salah satu penggiat mangrove dan telah berhasil di Dumai.

“Harapan kami masyarakat di Guntung bisa komitmen tidak hanya menanam saja tapi juga mau merawat mangrove yang sudah ditanam. Gak menutup kemungkinan nantinya jika 2.000 bibit yang ditanam saat ini berhasil tumbuh dan semakin rindang bisa seperti yang ada di Bandar Bakau di Dumai Barat yang selama ini dikelola oleh PAB,” ungkap Muslim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai Satrio Wibowo yang hadir pada saat seremoni penanaman menyampaikan apresiasinya kepada pihak Pertamina atas program TJSL yang dijalankan berkenaan dengan lingkungan.

“Selama ini Pertamina banyak membantu tugas kami mengelola lingkungan hidup di Kota Dumai dengan program TJSL-nya, harapan kami bisa terus dipertahankan dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” terang Satrio.

Di tempat lain Pertamina telah melaksanakan berbagai program lingkungan seperti Bank Sampah, Penanaman Pohon Ketapang Kencana, Penyehatan Drainase, hingga Pertamina Berbagi Terang (penambahan lampu jalan).(adv)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved